TEKNOLOGI

Jumat, 19 Mei 2017 | 07:15 WIB
(Dianggap Beri Keterangan Palsu Soal WhatsApp)

Komisi Eropa Denda Facebook Sebesar Rp1,6 Triliun

Komisi Eropa Denda Facebook Sebesar Rp1,6 Triliun
(ist)


INILAHCOM, Brussel - Facebook diharuskan membayar denda lebih dari 110 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun karena dianggap telah memberikan keterangan palsu ke para pejabat Uni Eropa soal keamanan data, ketika membeli layanan pesan WhatsApp pada 2014.

Denda ini diputuskan oleh Komisi Eropa yang diumumkan hari Kamis (18/5/2017).

Uni Eropa mengatakan, setelah pengambilalihan WhatsApp disetujui, Facebook bisa menggandakan data personal dari satu platform ke platform lain, meski sebelumnya sudah memberikan jaminan kepada Uni Eropa bahwa mekanisme semacam itu tidak dimungkinkan.

Komisioner persaingan Uni Eropa, Margarethe Vestager, mengatakan denda ini memberi sinyal yang jelas bahwa perusahaan-perusahaan harus memberikan informasi yang benar dan akurat.

"Semua perusahaan harus mematuhi aturan Uni Eropa, melaksanakan kewajiban, termasuk memberikan informasi yang benar," kata Vestager, seperti dilansir BBC.


Namun, hal tersebut disangkal oleh Facebook dengan mengatakan bahwa mereka tak berniat mengelabui atau menyesatkan pejabat-pejabat Uni Eropa.

"Kesalahan yang kami lakukan pada 2014 tersebut sama sekali tidak kami sengaja dan Komisi Eropa juga menegaskan bahwa denda ini tak berdampak pada merger perusahaan," demikian pernyataan Facebook.

Richard Craig, pakar persaingan usaha di bidang teknologi informasi, mengatakan denda menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan harus lebih terbuka dengan regulator ketika memasukkan permintaan merger dan akuisisi.

Menurut dia, regulator bertugas memastikan merger perusahaan yang melibatkan data pengguna dalam jumlah besar tidak merugikan konsumen atau mematikan persaingan yang sehat.

Facebook, layanan media sosial terbesar, mengakuisisi WhatsApp senilai US$19 miliar atau sekitar Rp255 triliun, pada 2014 lalu. [ikh]
#Facebook #denda #UniEropa #KomisiEropa
BERITA TERKAIT
(Studi Terbaru di AS) Remaja Kini Lebih Suka Snapchat daripada Facebook
Dianggap Lakukan Monopoli, Taiwan Denda Qualcomm
Band Ini Gunakan Facebook Live untuk Mixing Lagu
OPPO F5 Meluncur 26 Oktober 2017
Google Temukan Indikasi Rusia 'Main' di Pilpres AS
Facebook Monitoring Manual untuk Konten Sensitif
12 Rahasia Penggunaan Facebook

ke atas