METROPOLITAN

Jumat, 19 Mei 2017 | 09:15 WIB
(Ramadan)

Pemprov Batasi Operasional Tempat Hiburan Malam

Ivan Sethyadi
Pemprov Batasi Operasional Tempat Hiburan Malam
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter Tampubolon (Foto: istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Jelang bulan suci Ramadan 1438 H, Pemprov DKI bakal memperketat operasional Tempat hiburan malam di Ibukota.

Selain mengatur jam buka-tutup, Pemprov juga bakal mengawasi setiap malam praktek di lapangan. Jika melanggar, Pemprov tak segan menutup tempat hiburan malam tersebut.

"Pengelolanya akan kita buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kalau masih bandel kita kasih surat peringatan. Tapi kalau masih nekat juga akan kami lakukan penyegelan bersama Disparbud," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter Tampubolon, Jumat (19/5/2017).

Sesuai Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang kepariwisataan, waktu operasional hiburan malam diatur melalui Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tentang jam operasional selama Ramadan 1438 H.

Sanksi tegas yang diberikan merupakan upaya penegakan perda. Karena itu, diharapkan para pelaku usaha tempat hiburan malam mentaatinya.


"Nanti akan disosialisasikan. Kapolda akan undang pengusaha dan asosiasi, instansi terkait, tokoh agama serta pemuda. Ini agar kekhusyukan bulan suci Ramadan terjaga," tandasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewajibkan seluruh industri hiburan malam tutup satu hari sebelum Ramadan hingga satu hari setelah Idul Fitri. Sedangkan usaha karaoke dan musik hidup hanya boleh beroperasi mulai pukul 20.30 hingga 01.30.

Jenis hiburan yang harus tutup yakni, kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan jenis keping bola ketangkasan, usaha bar yang berdiri sendiri dan yang terdapat kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan jenis keping bola ketangkasan.

Sementara terhadap penyelenggaraan usaha pariwisata yang berada di hotel berbintang diberlakukan ketentuan pasal 2 ayat (4) dan (5) Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 98 tahun 2004 tentang waktu penyelenggaraan industri pariwisata.

Walaupun waktu operasional sudah diatur, industri seperti bola sodok, karaoke, musik hidup dan lain-lain diwajibkan tutup satu hari sebelum Ramadhan, hari pertama Ramadhan, malam Nuzulul Quran, satu hari sebelum Idul Fitri, hari pertama dan kedua Idul Fitri, serta satu hari setelahnya.

Selain itu, seluruh industri hiburan malam juga dilarang memasang reklame, poster, publikasi, serta pertunjukan film yang bersifat pornografi, pornoaksi dan erotisme. Kemudian, karyawan dan tamu juga dilarang mengenakan pakaian seronok. [rok]
#Ramadan
BERITA TERKAIT
Daging Tak Layak Beredar di ITC Cempaka Mas
Dinsos DKI Sebar Ratusan Petugas Awasi Gepeng
Polres Jaktim Antisipasi Tawuran Jelang Puasa
Selama Puasa, PNS DKI Pulang Lebih Cepat
Jelang Ramadan, Polres Jakbar Tingkatkan Patroli
Djarot Minta Warga Peka Tehadap Orang Mencurigakan
Djarot Minta DPRD Bantu Jaga Keamanan Ibu Kota

ke atas