DUNIA

Jumat, 19 Mei 2017 | 12:31 WIB

Duterte Keluarkan Larangan Merokok di Tempat Umum

Duterte Keluarkan Larangan Merokok di Tempat Umum
(Foto: Getty Images)
INILAHCOM, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan perintah eksekutif berisi larangan merokok di tempat umum, dan memerintahkan warganya mengadukan pelanggarnya.

The New York Times mengabarkan, perintah eksekutif itu dikeluarkan Presiden Duterte Kamis (18/5/2017). Perintah itu menyebutkan seseorang dilarang mengisap tembakau, dan rokok elektronik di seluruh tempat umum, bahkan di trotoar dan jalan setapak. Selain itu, setiap warga yang belum berusia 18 tahun dilarang merokok, menjual atau membeli produk-produk tembakau.

Rokok dan produk tembakau lain dilarang dijual dalam radius 100 meter dari sekolah, taman bermain dan tempat berkumpul anak-anak lainnya. Kotamadya di seluruh Filipina diminta membangun tempat khusus merokok yang letaknya jauh dari elevator, tangga, stasiun bensin, pusat-pusat kesehatan dan pusat-pusat makanan serta pasar.


Sementara itu warga sipil diserukan untuk bergabung dengan Satuan Khusus Bebas Rokok untuk menerapkan perintah eksekutif presiden dan menangkap para pelanggar. Mereka akan dijatuhi hukuman denda sebesar US$100 bila melanggar aturan ketat ini, tutur Ernesto Abella, Juru Bicara Kepresidenan.

Data 2015 dalam laporan Global Epidemi Tembakau WHO, menyebutkan 11,8% dari 50 juta remaja Filipina berusia 13-15 tahun, menjadi perokok. Tidak seperti di AS, toko-toko kelontong di Filipina bebas menjual rokok, dan rokok ketengan ke remaja di bawah umur. Sebungkus rokok berisi 20 batang dijual dengan harga tak sampai Rp 10 ribu.

Larangan yang dikenal dengan 'Perintah Eksekutif 26' itu mirip dengan larangan Duterte tahun 2002, saat menjabat Gubernur Davao. Duterte berhenti merokok dan minum beralkohol sejak dua dekade, karena menderita kerusakan pembuluh darah dan pencernaan.
#rodrigoduterte #duterte #filipina
BERITA TERKAIT
Tak Ada Obrolan Soal HAM Antara Trump dan Duterte
Buka KTT ASEAN, Duterte Soroti Soal Terorisme
Mnangagwa Resmi Jadi Presiden Baru Zimbabwe
Tidak Ada WNI Jadi Korban Serangan Masjid di Mesir
Masjid Mesir Diserang Saat Shalat Jumat, 235 Tewas
Putra Mahkota Saudi: Khamenei Adalah 'Hitler Baru'
Bekas Jenderal Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

ke atas