PASAR MODAL

Jumat, 19 Mei 2017 | 13:01 WIB
(PT Sri Rejeki Isman akan tingkatkan produksi pakaian jadi)

PT Sri Rejeki Isman Lirik Bisnis Pakaian Jadi

Wahid Ma'ruf
PT Sri Rejeki Isman Lirik Bisnis Pakaian Jadi
(Foto: Ilustrasi)


INILAHCOM, Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) menargetkan untuk lebih banyak memproduksi pakaian jadi ketimbang hanya menjual benang dan kain mentah saja.

Di tahun 2017 ini perseroan memiliki strategi untuk berinovasi dalam pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Hal ini akan membuat pertumbuhan penjualan di tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.



"Kita berencana untuk lebih banyak menjual pakaian jadi ke pelanggan yang sudah ada, itu salah satu strategi kita tahun ini," kata Iwan Kurniawan, Wakil Presiden Direktur SRIL di Jakarta, kemarin.


Namun peningkatan produksi pakaian jadi ini sayangnya akan berimbas pada penjualan benang dan kain mentah (greige). Beberapa pemain global seperti Hwaseung dan Neo Tex yang mendapatkan suplai benang dari perseroan serta Silco S. A dan Filatex Co. selaku pelanggan kain mentah (greige) masih menjadi konsumen setia perseroan hingga saat ini.

"Penurunan penjualan benang dan kain mentah ini karena dampak dari peningkatan produksi pakaian jadi, kedua entitas ini akan kita pakai untuk konsumsi internal," kata Alan Moran Severino, Direktur Keuangan SRIL.

Saat ini H&M, merk fashion asal Swedia merupakan salah satu pelanggan terbesar SRIL. Tak hanya itu, Lee Jeans, KMart, macy's dan beberapa brand lainnya juga merupakan pelanggan tetap dari produsen dari Indonesia ini.

Usaha peningkatan produksi ini tercermin dari hasil total penjualan pakaian jadi yang telah berkontribusi sebesar 25,6% pada total penjualan perseroan sepanjang kuartal I-2017 ini atau senilai US$46 juta. [hid]
#sril #srirejekiisman #laba
BERITA TERKAIT
Total Aset bank bjb Tembus Rp108,6 T di Semester I
Kantor BTN Banten 2 Penuhi 60% Targer Kredit
Analis Nilai Wall Street sudah Terlalu Tinggi
Wall Street Menghijau Tak Gentar Politik Korut
Indeks FTSE-100 Inggris 'Happy Ending' 0,64%
Hati-hati Tawaran Investasi Lima Perusahaan Ini
Harga Emas Naik Respon Krisis Korut

ke atas