NASIONAL

Jumat, 19 Mei 2017 | 15:04 WIB

Kasus e-KTP, Kader Golkar Bilang Tidak Tahu

Indra Hendriana
Kasus e-KTP, Kader Golkar Bilang Tidak Tahu
(Foto: Ilustrasi)


INILAHCOM, Jakarta - Mantan anggota DPR Antriani Malik enggan memberikan keterangan terkait materi pemeriksaan yang ditanyakan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politikus Golkar itu dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. Namun, dia mengklaim tidak mengetahui kasus yang tengah disangkakan kepada Andi.



"Tidak-tidak, tidak tahu," kata Antriani usai menjalani pemeriksaan di KPK Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Meski awak media terus membuntutinya sampai jalan depan gedung KPK, dia tetap pada pendiriannya. Yakni, dia mengklaim tidak mengetahui kasus yang tengah disangkakan kepada Andi.

Termasuk saat ditanya apakah dirinya mengenal Andi. Dia memilih jalan cepat sembari mengatakan tidak mengenal Andi. "Tidak (kenal)," kata dia sembari jalan meniggalkan gedung KPK.


Pemeriksaan ini bukanlah untuk pertama kalinya. Pada Senin 8 Mei 2017, ia juga sempat diperiksa KPK dalam kasus yang sama.

Antarini yang merupakan putri mantan Wakil Presiden Adam Malik itu juga pernah menjabat sebagai pengurus wilayah SOKSI, organisasi sayap Partai Golkar. Dia diduga mengetahui, melihat atau mendengar peristiwa pidana yang tengah disangkakan pada Andi Narogong.

Andi Agustinus alias Andi Narogong disebut sebagai pihak yang cukup dominan mulai dari penganggaran hingga pengadaan e-KTP. Bahkan Andi disebut sebagai pihak yang mengatur proyek ini.

Dalam persidangan dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi diketahui mengumpulkan sejumlah perusahaan di ruko Fatmawati, Jakarta Selatan. Andi juga diketahui mengatur penyusunan teknis dan berhubungan dengan Irman. Andi pula yang disebut-sebut berhubungan dengan sejumlah anggota Dewan di Senayan.

Andi merupakan tersangka ketiga yang ditetapkan KPK dalam dugaan korupsi KTP-el. Dua tersangka lainnya, Irman dan Sugiharto, tengah duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. [rok]
#KPK
BERITA TERKAIT
Golkar: Kasus Novanto jadi Beban Buat Partai
KPK Buka Peluang Jerat Korporasi Proyek e-KTP
Irjen Kemendes PDTT Segera Disidang
Choel Mallarengeng Dieksekusi ke Sukamiskin
Agus Diminta Jawab 10 Pertanyaan Fahri Hamzah
Agung Bela Novanto Pimpin Paripurna RUU Pemilu
Dewan Pakar Berikan Bantuan Hukum ke Novanto

ke atas