DUNIA

Jumat, 19 Mei 2017 | 16:47 WIB

Anting Termahal di Dunia Seharga Rp758 Miliar

binar mp
Anting Termahal di Dunia Seharga Rp758 Miliar
(ist)


INILAHCOM, Jenewa - Harga fantastis didulang sepasang anting-anting berlian. Rekor harga tertinggi itu mencapai US$57,4 juta atau sekitar Rp758 miliar, dalam sebuah lelang di Jenewa, Swiss.

Anting batu permata berbentuk buah pir, yang diberi nama Apollo dan Artemis ini, masing-masing mencapai 16 karat.

Berlian tanpa cacat yang ditambang di Afrika Selatan ini bentuknya serupa satu sama lain kecuali warnanya - Artemis berwarna merah muda, dan Apollo berwarna biru.

Namun, anting-anting itu terjual dengan harga di bawah yang diperkirakan sebelumnya yaitu sebesar US$70 juta (atau sekitar Rp931 miliar).

Meski demikian, pelaksana lelang Sotheby David Bennet, mengatakan bahwa berlian berwarna sangat langka dan 'mendapat sambutan dari banyak peminat'.

"Ini benar-benar batu-batu yang langka, penggabungan keduanya belum pernah terjadi sebelumnya, berlian ini benar-benar menakjubkan," katanya.


Berbagai laporan di media menyebutkan bahwa anting-anting itu dibeli oleh seorang pembeli yang tidak diketahui namanya.

Apollo dan Artemis dijual secara terpisah, Apollo laku seharga US$42,5 juta (atau sekitar Rp559 miliar), sedangkan pasangannya yang berwarna kemerahan, Artemis Pink, terjual seharga US$15,5 juta (atau seharga Rp199 miliar).

Apollo yang berwarna biru terang dan berasal dari tambang Cullinan di Afrika Selatan lebih langka. Karena itu, harganya lebih tinggi dibanding Artemis yang berwarna merah muda.

Wartawan BBC Imogen Foulkes di Jenewa mengatakan, anting-anting itu menjadi bintang dalam acara lelang perhiasan musim semi di Jenewa.

Balai lelang Sotheby's awalnya menawarkan anting-anting itu secara terpisah bukan sepasang karena mereka mengira bahwa pembeli kedua berlian itu sangat jarang.


#berlian #jenewa #anting #lelang #mahal #harga
BERITA TERKAIT
Sierra Leone akan lelang Berlian Sebesar Telur
Pastor Koptik di Mesir Dibunuh di Kairo
ISIS Kehilangan 90 Persen Wilayah Kekuasaannya
Ribuan Pengungsi Baru Rohingya Terlantar
China Bertekad Gagalkan Kemerdekaan Taiwan
PM May: Inggris Tak Akan Akui Catalonia
Bentrokan di Libya, Bandara International Ditutup

ke atas