DUNIA

Jumat, 19 Mei 2017 | 18:38 WIB

Pengawal Erdogan Pukuli Pendemo, Kongres AS Marah

binar mp
Pengawal Erdogan Pukuli Pendemo, Kongres AS Marah
(VOA News)


INILAHCOM, Washington - Ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bentrokan antar pengunjuk rasa dan pengawal Erdogan.

Tindakan pengawal yang menyerang dan memukuli pengunjuk rasa damai di Washington sambil disaksikan pemimpin mereka yang sedang berkunjung ke AS itu telah menimbulkan kemarahan para pejabat dan anggota Kongres AS.



Meski demikian, di Turki, aksi kekerasan itu disambut baik oleh banyak pendukung presiden.

Bentrokan Selasa (16/5/2017) dimulai saat iring-iringan mobil Erdogan berhenti di depan kediaman duta besar Turki, setelah kembali dari kunjungan ke Gedung Putih dan bertemu dengan Presiden Donald Trump. Erdogan, keluar dari mobil limusinnya, berdiri dan melihat saat para pengawal dan pendukungnya mulai memukul dan menendang sekelompok demonstran Kurdi di seberang jalan. Sebelas orang luka-luka.

Dua senator AS mengajukan protes kepada Erdogan hari Kamis (18/5/2017) tentang tingkah laku pengawalnya itu.

"Tanggapan keras dan tindakan petugas keamanan Anda terhadap pemrotes damai sama sekali tidak dapat diterima," kata Senator Dianne Feinstein dan John McCain dalam sebuah surat kepada Erdogan.


Mereka menambahkan bahwa insiden tersebut 'mencerminkan perlakuan pemerintah Anda terhadap pers, kelompok etnis minoritas dan lawan-lawan politik'.

Sementara sebagian orang Turki juga mengecam penggunaan kekerasan untuk membubarkan demonstrasi damai, menyebutnya tindakan tercela negara itu dan pelanggaran kebebasan mengeluarkan pendapat, sedang mereka yang mendukung peraturan Erdogan yang semakin otoriter menganggap hal itu bisa dibenarkan, demikian lansir VOA News.










#AS #turki #erdogan #trump #pengawal
BERITA TERKAIT
Buat Film Tentang Kudeta Turki, Pria ini Ditangkap
Turki Akan Lakukan Perombakan Kabinet
Pentagon Menyewa di Trump Tower Ratusan Ribu Dolar
Trump Ancam Venezuela jika Ubah Konstitusi
Trump dan Putin Bertemu Dua kali di Hamburg
Trump Lanjutkan Kesepakatan Nuklir dengan Iran
Kisruh Surel Rusia, Trump Bela Putranya

ke atas