EKONOMI

Jumat, 19 Mei 2017 | 20:39 WIB
(Trump Jilat Ludah Sendiri)

AS Umumkan Rencana Negosiasi Ulang NAFTA

Bachtiar Abdullah
AS Umumkan Rencana Negosiasi Ulang NAFTA
Robert Lighthizer, US Trade Representatives. ABC News


INILAHCOM, Washington- Presiden Trump berencana melakukan renegosiasi perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA) dengan Kanada dan Meksiko.

Niat tersebut disampaikan Perwakilan dagang AS Robert Lighthizer dalam suratnya kepada para pemimpin Kongres AS, Kamis (18/5/2017), yang isinya pemerintah akan berkonsultasi selama 90 hari dengan Kongres untuk mengubah perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA). Renegosiasi dengan Kanada dan Meksiko akan digelar setelah selesai konsultasi dengan Kongres.



Surat sepanjang dua lembar tersebut memuat rincian apa yang ingin diubah oleh pemerintahan Trump terhadap perjanjian yang sudah ditandatangani 23 tahun silam yang dijuluki Trump sebagai sebuah bencana. Kepada wartawan Lighthizer mengatakan, Perjanjian yang baru itu harus memberi lapangan kerja yang melindungi pekerja pabrik AS dan harus diperbaharui sesuai dengan perkembangan teknologi, seperti ditulis ABC News, Kamis waktu AS.

Padahal bulan lalu para pembantu Trump di Gedung Putih telanjur menyebar berita bahwa Trump siap keluar dari NAFTA. Dalam bbeberap jam setelahnya Trump menjilat ludah sendiri engan mengatakan akan berusaha mencari kesepakatan yang terbaik.

Kita akan melakukan negosiasi ulang yang menguntungkan, ujar Lighthizer tapi menolak bilang apakah opsi keluar dariNAFTA masih tetap ada.

NegosiasiNAFTA bermulapada awal tahun 1990. Selama kampanye kepresidenan 1992, calon independen Ross Perot terkenal meramalkanNAFTA dapat mendorongsejumlah pabrik AS ke perbatasan ke Meksiko.


Pada kampanye pilpres AS tahun lalu, Trump bersumpah untuk menegosiasi ulang NAFTA atau keluar jika tidak tercapai kesepakatan yang lebih baik.


NAFTA yang mulai berlaku pada tahun 1994 dan memicu kenaikan besar dalam perdagangan di antara ketiga negara. Petani Amerika pun sebagian besar diuntungkan oleh pengurangan hambatan perdagangan.

Namun, NAFTA mendorong produsen Amerika untuk memindahkan beberapa operasipabriknya ke Meksiko yang memanfaatkan tenaga kerja yang lebih murah di sana.

Ini yang memantik kritik bahwa NAFTA justru mengurangi lapangankerja di pabrik-pabrikA.S.
"Sejak penandatanganan NAFTA, kami telah melihat industri manufaktur kami hancur, pabrik-pabrik ditutup, dan banyak pekerja menjadi pengangguran," kata Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Trump akan mengubahnya."

Pada Maret2017 , pemerintah Trump mengedarkan sebuah draft surat sepanjang delapan halaman tentang NAFTA. Tapi dianggap mengecewakan para pengkritiknya karena tetap mempertahankan sebagian besar isi perjanjian NAFTA.
#donald trump #nafta #amerika #kanada #meksikolrenegos
BERITA TERKAIT
KESDM: Ini Pemicu Kerugian Industri Smelter Nikel
Era Jokowi, Harga Garam Naik Tinggi
Intip Rekening, Ditjen Pajak Tak Usut Sumber Dana
Integrasi Sawit-Sapi Jadi Agrowisata
Menkop UKM Dorong Terus UMKM Naik Kelas
Presiden Tinjau Proyek Tol Pekanbaru-Dumai
Intip Rekening Jalan, Setoran Pajak Jangan Kurang

ke atas