EKONOMI

Jumat, 19 Mei 2017 | 21:35 WIB
(Kebijakan Energi Terbarukan di Korsel)

Permintaan Solar Cell di Apartemen Naik

Bachtiar Abdullah
Permintaan Solar Cell di Apartemen Naik
Panel Tenaga Surya di Korsel Korean Herald


INILAHCOM, Seoul---- Permintaan panel tenaga surya (solar cell) pembangkit listrik di apartemen Korea Selatan meningkat sejak pemerintah menawarkan subsidi besar untuk pemasang panel tersebut tahun lalu.

Pemda Metropolitan Seoul pada Jumat ini (19/5/2017) mengatakan ada sekitar 3.793 unit apartemen yang telah memasang panel surya selama kuartal pertama 2014, dibanding dengan hanya 846 unit pada periode yang sama tahun lalu.

"Tahun ini warga Seoul banyak yang bertanya tentang insentif memasang panel surya, tutur pejabat Pemda Seoul kepada Korean Herald.

"Pemda Seoul memiliki anggaran besar yang dapat disisihkan untuk menyubsidi pemasangan panel surya di apartemen dibanding pemda-pemda lain. Anggaran Pemda Seoul untuk subsidi panel surya tahun ini sebesar 5 miliar won plus 1,7 miliar won yang dianggarkan pemerintah pusat.

Mulai Oktober 2016, Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi mulai menawarkan subsidi 25% untuk pemasangan panel surya kepada penghuni apartemen melalui pemda-pemda di Korea Selatan.

Dari anggaran Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi sebesar 40,7 miliar won, dialokasikan anggaran pengembangan panel surya sebesar 4 miliar won ($3,5 juta) telah disisihkan khusus untuk unit apartemen. Dari anggaran 4 miliar won tersebut, Seoul mendapat alokasi terbesar.


KemDagIn dan Energi mulai mendukung instalasi sekitar 20.000 unit apartemen pada akhir tahunlaludan sejauh ini telah menyetujui subsidi untuk 18.000 unitapartemendi seluruh negeri mulai April. Sasarannya diharapkan bisa tercapai dengan baik, tutur pejabat kementerian

Kementerian juga memutuskan untuk memperluas subsidi yang diberikan kepada wrga penghuni non-apartemen yang ingin menyiapkan panel surya di rumah sampai 50 persen dari biaya instalasi sistem panel surya tersebut.

Dengan meningkatnya permintaan, anggaran juga dengan cepat membengkak. Selain itu, anggaran tenaga surya tahun ini telah dipangkas 1,3 miliar won dibanding tahun lalu yang sebesar 42 miliar won. "Kementerian sedang mencari cara untuk menambah anggaran," kata pejabat tersebut.

Sementara itu, Kementerian Strategi dan Keuangan pada Jumat ini merevisi pedoman anggaran untuk tahun depan yang mencerminkan kebijakan utama Presiden Korea Moon Jae-in yang baru terpilih. Kebijakan presiden terkait energi terbarukan diperkirakan akan menjadi prioritas, menurut kementerian tersebut.

Selama kampanye Pilpres, Moon berjanji akan mencoba meningkatkan porsi energi terbarukan di pembangkit listrik total dari 1,1 persen menjadi 20 persen pada tahun 2030.

Jika target 20 persen tercapai, ukuran pasar industri energi surya dalam negeri juga diperkirakan akan meningkat, karena pemerintah mendorong ekspansi infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga surya, menurut sumber industri ini.

#solar cell #energi terbarukan #korea selatan
BERITA TERKAIT
Jonan Sebut Divestasi 51%, Freeport Oke
Ekonom UGM: 3 Tembok Besar Hadang Industri Kreatif
Penjualan Pertalite dan Pertamax Kian Melonjak
Target Pajak 2018 Tinggi, Ani tak Ingin WP Ngeri
Jokowi Tunda Paket Ekonomi XVI, Alasannya Sikon
Divestasi & Smelter Freeport Masih Setengah Deal
Ini Cara Pertamina Genjot Penjualan Dex & Dexlite

ke atas