NASIONAL

Jumat, 19 Mei 2017 | 22:22 WIB

Demokrat Desak Antasari Minta Maaf ke SBY

Demokrat Desak Antasari Minta Maaf ke SBY
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Riset)


INILAHCOM, Jakarta - Polri telah menghentikan penyelidikan laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar lantaran tidak ada alat bukti baru untuk melanjutkan kasusnya.

Atas penghentian penyelidikan itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan mendesak agar Antasari segera meminta maaf kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).



Karena, dari laporan yang disampaikan Antasari dinilai telah mencemarkan nama baik Ketua Umum Partai Demokrat SBY. "Kalau memang itu dihentikan, itu kan berarti laporan itu palsu," ujarnya, Jumat (19/5/2017).

Pernyataan maaf terhadap SBY itu diharapkan dilakukan Antasari di depan publik, seperti apa yang diungkapkan Antasari atas laporannya ke pihak kepolisian.


"Di depan publik. Karena waktu pertama dia (menyatakan laporan) di depan publik kan," tambahnya.

Sebelumnya, Mabes Polri menyatakan telah menghentikan penyelidikan laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar terkait dugaan kriminalisasi terhadap dirinya, karena tidak ada alat bukti baru.

Usai membuat laporan ke Bareskrim Polri, Antasari pun menyebut nama Presiden RI ke-6, SBY yang dinilainya mengetahui kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen (Alm).

Tidak terima dengan tudingan Antasari, SBY pun melaporkan Antasari atas tindakan pencemaran nama baik. [ton]
#AntasariAzhar #SusiloBambangYudhoyono
BERITA TERKAIT
Polda Jatim Periksa 16 Saksi Kasus Yusuf Mansur
(Surat Dukungan Ridwan Kamil) Golkar Duga Ada yang Manfaatkan Kondisi Novanto
Ini Cara Menkominfo Tangkal Berita Hoax di Medsos
Golkar Sebut Surat Dukungan Ridwan Kamil Hoax
Sakit, Kades Glagaharum Porong Jadi Tahanan Kota
AMP dan SOKSI Kawal Praperadilan Novanto
KPK Periksa 7 Saksi Terkait e-KTP Untuk Novanto

ke atas