EKONOMI

Jumat, 19 Mei 2017 | 22:42 WIB

Indonesia Tawarkan 15 Blok Migas Kepada Investor

Bachtiar Abdullah
Indonesia Tawarkan 15 Blok Migas Kepada Investor
Kegiatan industri hulu migas di Indonesia The Straits Times
INILAHCOM, Jakarta ---Indonesia menawarkan 15 blok migas konvensional dan non-konvesional kepada calon peserta lelang yang potesial, tutur pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jumat (19/5/2017).

Pemerintah berharap dengan persyaratan yang lebih flesibel bakal menarik investor migas kembali mencari minyak di Indonesia. Kinerja sektor migas tahun lalu tidak memuaskan.

Tahun ini pemerintah menerapkan aturan bagi hasil produksi migas yang baru dan akan merevisi pertaruran recovery cost dan memangkas bea masuk peralatan eksplorasi jika memungkinkan, tutur Wakil Menteri ESDM Arcandara Tahar. Hal ini merupakan bagian dari pemberian insentif untuk investasi baru.

Jika Anda dapat menunjukkan kepada kami dalam analisis dan data Anda bahwa bagi hasil ini tidak cukup baik, mari kita berdiskusi, ucap wamen Arcandra yang berjanji akan mendengarkan kemauan investor migas. Jika bagi hasil ini Anda rasakan tidak cukup, masih ada kebijakan menteri yang menambahakan 5 persen lagi dalam bagi hasil. Kalau memang masih belum cukup juga , berarti kita punya masalah , tegas Arcandra.

Pemerintah menawarkan 10 blok migas konvensional dan 5 blok migas non-konvensional yang semuanya dengan skema bagi hasil. Ujar Wiratmaja Puja, Direktur Jenderal Minyak dan Gas kepada wartawan.

Berbeda denganblok migas konvensional, maka pada blok migas non-konvensional produksi mingasnya akan jauh lebih sulit.




Minat mengikuti lelang blok migas pada 2016 rendah disebabkan antara lain oleh jebloknya harga minyak, kata Arcandra. Ia membantah bahwa Indonesia tidak menarik lagi untuk investor migas. jadi bukan iklim investasinya yang tidak kondusif, tapi kombinasi strategi investor seperti apa dan harga minyak yang turun, ujar wamen Arcandra kepada media.

.




Ia mencatat bahwa mekanisme bagi hasil yang baru diperkenalkan terbukti kurang menarik.Sebenarnya kita sekarang terbuka untuk mengubah hal-hal yang dulunya tidak pernah berubah. Kita sudah membuka semuanya sekarang, tambahnya.

. "Bila harga minyak naik, investasi tidakotomatis harus naik. Iniadafaktor lag,keterlambatan."

Namun kalangan industri migas tampaknyakurang antusias dengan penawaran terbaru, dan mengatakan diperlukan upaya keras supaya industri migasIndonesiamenjadi menarik.

"Di Indonesia saat ini, pengembalianninvestasi migas sulit, waktu untuk pengembalianinvestasiterlalu lama, dan risiko ketekaitan politik cukup tinggi," kata Andrew Harwood, direktur riset hulu migas Asia Pasifik di WoodMackenzie.

"Jadi sulit bagi Indonesia saat ini agar bagi hasil kotor menjadi menarik dibandingkan peluang industri migas di tempat lain," kataHarrwood mengacu pada peluang di Teluk Meksiko, Afrika, Eropa dan Australia.
#lelang blok migas #arcandra tahar #esdm
BERITA TERKAIT
Jonan Masuk Radar Reshuffle Digantikan Archandra?
Inilah Penyederhanaan Golongan Listrik Nonsubsidi
(Untuk Nelayan Kecil) Kementerian ESDM Bagikan 2.005 Konverter Kit
Ini Skema Reaktivasi Trem di Surabaya
BKP: Tiga Isu Utama Atasi Masalah Pangan dan Gizi
Manufaktur Andalkan Industri Makanan dan Minuman
KLHK Terus Lakukan Pembinaan Pencegahan Karhutla

ke atas