NASIONAL

Sabtu, 20 Mei 2017 | 05:08 WIB
(Aksi Ahokers)

Golkar Harap Ada Rekonsiliasi Pasca Kasus Ahok

Ahmad Farhan Faris
Golkar Harap Ada Rekonsiliasi Pasca Kasus Ahok
Wakil Sekjen Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily


INILAHCOM, Jakarta - Wakil Sekjen Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan perlu ada upaya silaturahmi untuk menyatukan pihak-pihak yang diduga telah terpecah-belah dengan urusan vonis dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terpidana kasus penistaan agama.

Menurut dia, sekarang semua harus kembali berkomitmen kepada aturan main dalam berpolitik di republik ini. Karena munculnya berbagai macam kekisruhan hari ini disebabkan ada yang tidak puas dalam proses Pilkada DKI kemarin, sebab ada pihak yang menggunakan isu SARA.



"Sehingga menimbulkan reaksi yang berbeda pandangan terkait hal itu," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ace, diperlukan rekonsiliasi dan harus diletakkan dalam tatanan kebangsaan. Karena menurut dia, hidup di negara Indonesia harus mengedepankan prinsip-prinsip kebangsaan.


"Dan konteks Pancasila itu, maka jangan lagi kita mengendepankan isu SARA dalam proses politik," jelas dia.

Pasca kekalahan di Pemilihan Gubernur DKI dan vonis 2 tahun penjara dalam kasus penistaan agama, di berbagai kota Indonesia para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikenal dengan Ahokers turun ke jalan dengan tuntutan bebaskan Ahok.

Tak hanya di Indonesia, fenomena tersebut juga terjadi di beberapa negara sehingga belakangan hal-hal tersebut dianggap aneh mulai tercium. Diantaranya, apa yang dilakukan oleh para Ahokers di depan Rutan Cipinang dan kemudian pindah ke depan Markas Korps (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Mereka melakukan unjuk rasa yang menabrak semua aturan dari pagi sampai tengah malam, parahnya itu semua dibiarkan oleh aparat kepolisian. Bahkan, seorang Ahokers melakukan orasi yang mengecam rezim Jokowi lebih buruk dari rezim SBY.[ris]
#DemoAhok #Ahok #Ahokers
BERITA TERKAIT
Hutan Lindung Perhutani Kembali Terbakar
Tak Ada Makanan, Ratusan Kera Turun ke Pasar
HTI: Kami Dibunuh Tanpa Diberi Kesempatan Membela
Palu Hakim jadi Penentu Karir Politik Novanto
Novanto Dinilai Gali Kuburan untuk Golkar
Jadi Tersangka, Novanto Dinilai Gagal Fokus
Novanto Dinilai Ingkari Pakta Integritas Munaslub

ke atas