MOZAIK

Kamis, 15 Juni 2017 | 00:14 WIB

Perumpamaan Hati yang Keras

Perumpamaan Hati yang Keras
(Foto: Ilustrasi)


ORANG yang tidak mempan dinasehati dengan model dan cara apapun disebut dengan orang yang berhati keras. Lawan kata hati yang keras adalah hati yang lembut, yakni hati yang mudah menerima nasehat, pitutur kebaikan, dan anjuran keselamatan.

Lebih dari itu, hati yang lembut adalah hati yang senantiasa mampu berempati, masuk dalam pengalaman orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Hati yang keras adalah bersifatkan sebaliknya.

Dalam al-Qur'an, Allah memberikan perumpaan hati yang keras ini bagaikan batu yang keras, dan bahkan lebih keras lagi. Perhatikan kalimat al-Qur'an; Hati yang keras itu bagaikan batu atau lebih keras lagi.


Ada yang bertanya mengapa Allah mengumpamakan hati yang keras itu dengan batu, tidak dengan besi atau baja yang tampaknya lebih keras ketimbang batu?

Kalau kita membaca kitab "Al-Amtsal fi al-Qur'an" kita akan temukan bahwa semua perumpamaan dalam al-Qur'an adalah yang terindah dan tersempurna dalam cakupannya pada obyek yang diumpamakan itu. Ada rahasia terpendam yang sulit dipahami kecuali oleh orang yang serius mengaji dan mengkaji.

Ternyata, besi dan baja walau kelihatan keras sekali masih bisa leleh karena nyala api yang terus menderanya. Besi dan baja bisa dibentuk sebagai bentuk apapun dengan cara dipanasi sedemikian panas. Namun, tidaklah begitu dengan batu, dibakarpun tetap batu yang membatu. Begitulah karakter hati yang keras.

Jangan biarkan hati kita mengeras. Lembutkan selalu dengan dzikir dan membaca al-Qur'an, lunakkan hati dengan berkunjung pada orang-orang yang sakit dan menderita, serta biasakan bersama dengan mereka yang telah memiliki kelembutan hati. Salam, AIM. [*]
#pencerahhati #pencerah hati #ahmad imam mawardi
BERITA TERKAIT
Bersyukurlah Maka Nikmat akan Semakin Semarak
Inilah yang Diajarkan Kehidupan
Pribadi Penuh Cinta dan Pribadi Penuh Benci
Filsafat Matematika untuk Kehidupan yang Tertata
Hilal, Rasulullah dan Istri Bilal
Kisah Ringan: Rakyat Kecil dan Sang Khalifah
Seni Memperlakukan Orang Lain

ke atas