RAMADHAN

Jumat, 16 Juni 2017 | 05:09 WIB
(Mudik Lebaran 2017)

Kurangi Kendaraan Pribadi, DPR Minta KA Ditambah

Kurangi Kendaraan Pribadi, DPR Minta KA Ditambah #Kurma
Anggota Komisi VI DPR, Bambang Haryo Soekartono (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR, Bambang Haryo Soekartono mendesak penambahan kereta api untuk mengangkut pemudik. Agar penggunaan kendaraan pribadi bisa ditekan.

Anggota DPR asal Gerindra ini mengatakan, rolling stock atau rangkaian kereta perlu ditambah lebih banyak untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi yang kini terus melejit volumenya.

Selama ini, kata Bambang, kapasitas angkutan massal masih sangat kurang. Akhirnya masyarakat pun tetap menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian dan bahkan mudik. "Padahal, tingginya penggunaan kendaraan pribadi, berpeluang meningkatkan angka kecelakaan di jalan raya," kata Bambang dalam rilis kepada media di Jakarta, Kamis (15/6/2017).


Bambang membandingkan dengan pengembangan LRT, atau kereta ringan yang hanya dapat melayani satu kota. Namun, kereta api bisa melayani rute beberapa kota, sehingga kapasitas penumpang wajib ditingkatkan.

"Saat ini LRT yang diprogramkan untuk 10 kota besar di Indonesia dengan biaya sekitar Rp10,9 triliun di satu kota, lebih baik diganti rolling stock yang terdiri dari 10 gerbong dan satu lokomotif seharga Rp7 miliar. Bila anggaran LRT untuk satu kota dialihkan ke rolling stock, itu bisa menambah 100 rangkaian kereta api," papar Bambang.

Dengan penambahan rolling stock, lanjut Bambang, bisa memecahkan problem kemacetan terutama di pulau Jawa. Bila rolling stock terus dikembangkan, niscaya ekonomi masyarakat juga akan tumbuh sepanjang jalur kereta api yang dilewati. [tar]
#mudik #menhubbudi #ka
BERITA TERKAIT
Kontroversi Salat Hari Raya, Masjid atau Lapangan?
Ramadan, Ari Irham Ini Berbagi Kepada Sesama
Setiap Hari Ratusan Pemudik Batalkan Tiket KA
Stasiun Senen Berangkatkan 27.666 Pemudik
Arus Mudik 2017, Sudah Terjadi 598 Kecelakaan
Harga Daging Sapi Segar Jadi Rp140/Kg di Tebet
Jalur Nagreg Padat, Diimbau Lewat Jalur Alternatif

ke atas