EKONOMI

Senin, 03 Juli 2017 | 19:08 WIB

Bos BPS Klaim Inflasi Lebaran 2017 Lebih 'Jinak'

uji medianti
Bos BPS Klaim Inflasi Lebaran 2017 Lebih 'Jinak'
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto (Foto: inilahcom/M. Fadil Djailani)


INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengklaim bahwa laju inflasi pada Lebaran 2017 lebih terkendali ketimbang Lebaran sebelumnya.

"Secara umum inflasi pada Lebaran 2017, memang lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Kecuk kepada wartawan di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/7/2017).



Kecuk mengatakan, laju inflasi periode Puasa Ramadan hingga Lebaran 2017 yang jatuh pada Mei mencapai 0,39%, dan Juni sebesar 0,69%. Capaian ini lebih rendah dibandingkan periode Lebaran dalam tiga tahun terakhir.


Menurut Kecuk, hal itu terjadi karena perkembangan harga bahan makanan, bisa lebih terkendalikan. Ya, karena pemerintah mampu menjaga stabilisasi harga bahan pangan. "Kalau dijumlahkan pengaruh inflasi pada Lebaran tahun ini, hanya 1,08 persen. Hal yang berpengaruh karena harga bahan makanan relatif terkendali dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya," kata Kecuk.

Pada Lebaran 2014 yang jatuh pada Juni dan Juli, kata dia, inflasi tercatat masing-masing 0,43% dan 0,93%. Artinya jauh lebih tinggi. Hal serupa terjadi pada Lebaran 2015 yang terjadi pada Juni dan Juli, dengan inflasi 0,54% dan 0,93%. Sedangkan Lebaran 2016 yang terjadi pada Juni dan Juli, inflasi tercatat 0,66% dan 0,69%.

Sebelumnya, BPS mencatat inflasi pada periode Lebaran 2017 lebih disebabkan oleh kenaikan tarif listrik, tarif angkutan udara dan tarif angkutan antarkota. Harga-harga bahan pangan seperti beras, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, cabai rawit, daging sapi dan tomat sayur dalam periode ini tidak mengalami kenaikan drastis. [ipe]
#bi #bps #inflasi #presidenjokowi
BERITA TERKAIT
Tiga BUMN Bersatu Kembangkan Tol Laut Jokowi
Backlog di Kampung Jokowi Capai 300 Ribu Rumah
Dua Menteri Jokowi Tanam Raya Jagung di Bengkulu
Ekonomi Desa, Jokowi Minta 300 Jembatan Gantung
Ekspor Minyak Nabati Sumut Capai US$2,126 Miliar
Jokowi Panen Padi dan Buka Ekspor di Sanggau
Ternyata, Indonesia Surganya Buah Asal Thailand

ke atas