EKONOMI

Minggu, 09 Juli 2017 | 14:15 WIB

Bank Ramai-ramai Tarik Valas, Cadev Minus Rp24,18T

Bank Ramai-ramai Tarik Valas, Cadev Minus Rp24,18T
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Pada Juni 2017, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan cadangan devisa (cadev) US$1,86 miliar. Atau setara Rp24,18 triliun (kurs Rp13.000/US$). Wah, gawat.

Ternyata, masih menurut catatan BI, terjadinya penurunan cadev dari US$124,95 miliar (Mei) menjadi US$123,09 miliar (Juni), akibat banyaknya penarikan likuiditas valuta asing oleh perbankan. Sebagai akibat dari tingginya kebutuhan dana untuk libur Lebaran 2017.



Meski begitu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara menilai, penurunan cadev ini, bukan masalah serius. Karena hanya bersifat sementara. Kebutuhan perbankan terhadap likuiditas valas selama Juni 2017, hanya untuk berjaga-jaga.


"Jumlah cadangan devisa pada akhir Juni 2017 masih kuat untuk membiayai 8,9 bulan impor, atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," kata Tirta.

Otoritas moneter memandang ke depannya cadangan devisa akan kembali menggeliat naik seiring telah diraihnya peringkat layak investasi (investment grade) dari tiga lembaga pemeringkat global paling terkemuka yakni Fitch, Moodys Service dan Standard and Poors.

Di sisi lain, kondisi pasar keuangan global yang kondusif juga diharapkan meningkatkan cadangan devisa demi terjaganya ketahanan sektor eksternal. "Bank Sentral akan menjaga kecukupan cadangan devisa agar terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tukas Tirta. [tar]

#cadev #bi #utang #ekspor #valas
BERITA TERKAIT
RI dan Namibia Sepakat Tingkatkan Perdagangan
Lampung Meraup Untung dari Kopi
Ekspor Minyak Nabati Sumut Capai US$2,126 Miliar
Bau tak Sedap, Harga tak Sehat di Pelelangan Karet
Jokowi Panen Padi dan Buka Ekspor di Sanggau
Agustus 2017 Ekspor Sumbar Naik 70,92%
Ekspor LNG ke Banglades, Pertamina Siap Konsorsium

ke atas