NASIONAL

Minggu, 09 Juli 2017 | 17:10 WIB

Ini Motif Pemasangan Bendera ISIS di Mapolsek

Agus Irawan
Ini Motif Pemasangan Bendera ISIS di Mapolsek
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan pelaku teror pemasangan bendera ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama GOH (20) sengaja melakukan teror dengan cara memberi peringatan jika demokrasi haram.

"Jadi motif pelaku memberi peringatan kepada seluruh aparat mengenai haramnya hukum demokrasi, " kata Rikwanto kepada INILAHCOM, Minggu (9/7/2017).



Dia menjelaskan Ghilman Omar Harridhi ( GOH) pemahaman radikal diperoleh pada yang bersangkutan dari cyber space sejak tahun 2015, salah satunya dari group dan channel telegram - Manjanik, Ghuroba, UKK dan Khilafah Islamiyah.

Selain itu, dia membeli salah satu buku dari Oman Abdurrahman secara online. Kemudian berbaiat pada ISIS secara sendiri pada pertengahan 2017, dengan teks yang diperolehnya dari group telegram "Khilafah Islamiyah".

"Setelah melakukan baiat kemudian menyiapkan fisik sendiri / idad, dengan item lari, sit up, push up, back up secara sendiri di rumahnya," ujarnya.

Kemudian, kata Rikwanto, sempat melakukan idad dengan memanah, panah dan busur panah yang dimilikinya. Maksud dari idad tersebut adalah agar tubuh selalu siap untuk melakukan jihad pada kapan pun yang juga dianjurkan pda group group telegram yang diikutinya.


Dia mengungkapkan bahwa pelaku termotivasi dengan cara memberi peringatan kepada seluruh aparat mengenai haramnya hukum demokrasi.

"Mengingatkan kepada seluruh aparat bahwa Islam akan berkuasa di dunia dan mendirikan khilafah," ujarnya.

Sementara itu, perencanaan teror di Mapolsek Kebayoran Lama, dilakukan pelaku, untuk survei dilakukan pada tanggal 2 Juli 2017 sekitar pukul 06.00 WIB ketika mengantar neneknya ke pasar (dengan menggunakan motor Yamaha Mio warna hitam milik tantenya (Nia).

Kemudian pada tanggal 3 Juli 2017 sekitar pukul 03.00 WIB, setelah dirasa sepi dan aman kemudian yang bersangkutan memasang sendiri bendera ISIS tersebut di Mapolsek Kebayoran Lama, dengan kemudian meletakkan surat ancaman yang sudah dibuat sebelumnya di rumah.

"Untuk bendera ISIS dan surat ancaman tersebut dibuat sendiri olehnya (berjumlah 2 buah, yang satu lagi disimpan di rumah)," ujarnya.

Menurut dia, untuk pembuatan surat ancaman terinspirasi dari buku karangan Oman Abdurrahman, kemudian dibuat di rumahnya pada tanggal 2 Juli 2017," ujarnya.

"Jadi untuk pemahaman radikal diperoleh yang bersangkutan dari cyber space sejak tahun 2015, diantaranya dari chanel Telegram," jelasnya.[ris]
#isis
BERITA TERKAIT
Deradikalisasi, WNI Mantan ISIS Ikut Bela Negara
Terduga Jaringan ISIS di Sorong Dibebaskan
Indonesia Tak akan Siaga I Cegah Serangan ISIS
Menhan: WNI yang Gabung ISIS Tidak Usah Balik Lagi
Buya Syafi'i: ISIS Rongsokan Timur Tengah
Aksi 287, Bendera Palestina Bakal Dikibarkan
Kubu Romi Berharap Djan Tentukan Sikap

ke atas