MOZAIK

Minggu, 16 Juli 2017 | 11:00 WIB

Ini Batas Diterimanya Tobat Seorang Hamba

Ini Batas Diterimanya Tobat Seorang Hamba
(Foto: Ilustrasi)


KAPAN Allah menerima tobat hambaNya? Bukankah Allah selalu membuka pintu tobat selebar-lebarnya? Bukankah Allah selalu memberi kesempatan kepada hambaNya yang mau kembali?

Benar, Allah swt selalu membuka pintu taubat walau sebesar apapun dosa yang dilakukan hambaNya. Namun Alquran juga menceritakan kisah seorang yang tidak diterima tobatnya. Mengapa? Apakah ada batas waktu yang ditetapkan untuk diterimanya tobat?



Mungkin kita pernah mendengar kisah Firaun yang hendak bertobat ketika ruhnya telah sampai ke tenggorokan, kemudian Allah Berfirman,

Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan. (QS.Yunus:91).

Memang Allah swt selalu memberi kesempatan kepada hambaNya yang mau bertobat dan kembali, namun ada batas waktu untuk penerimaan tobat itu. Firaun dengan segala kesombongannya hendak beriman kepada Allah di saat ruh telah sampai di tenggorokan dan air laut hampir menenggelamkannya. Saat itu juga Allah menolak tobat Firaun.

Mengapa? Karena batas diterimanya tobat adalah hingga ruh mencapai tenggorokan. Rasul pun bersabda, Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba sebelum ruh sampai pada tenggorokan.


Mungkin kita kembali bertanya, kenapa Allah tidak menerima tobatnya sementara ia masih hidup? Karena calon mayat yang telah sampai kepada Sakarotul Maut, di saat ruh telah mencapai tenggorokannya, ia telah menyaksikan dahsyatnya kematian. Hamba ini melihat sesuatu yang tidak dilihat orang sekitarnya. Di saat itulah Allah menutup pintu tobat baginya karena ia telah melihat hakikat kehidupan yang sebenarnya.

Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, Saya benar-benar bertobat sekarang. (QS.An-Nisa:18)

Begitu besar sifat rahman dan rahimNya hingga memberi kesempatan kepada hamba-Nya yang berlumur dosa sampai kematian menghampirinya. Namun yang perlu kita renungkan bahwa tidak ada yang pernah tahu kapan ajal akan datang.

Ketika kita akan melakukan maksiat, cobalah berpikir Bagaimana jika setelah ini aku mati dan belum sempat bertobat? Karena itu, jangan pernah menunda tobat! Jika kita terkalahkan oleh hawa nafsu segeralah bertobat spontan, saat itu juga. Karena setan akan selalu berupaya agar kita melupakan dosa dan melalaikan tobat.

Tobat adalah taufik yang diberikan Allah kepada hambaNya. Tidak sembarang orang mampu bertobat. Banyak yang cenderung meremehkan dosa karena ia menganggap perbuatannya hanyalah dosa kecil yang tak ada nilainya.

Jangan pernah remehkan dosa sekecil apapun, karena yang sedang kita langgar adalah Allah, Penguasa alam semesta. Dan ketahuilah bahwa dosa kecil yang diremehkan adalah termasuk dalam dosa besar.

Tulisan singkat ini akan ditutup dengan konsep indah dari Rasulullah saw. Menurut beliau, sekecil apapun dosa yang dilakukan seorang mukmin, ia akan merasa seperti memikul gunung karena takut kepada Allah. Sementara, sebesar apapun dosa yang dilakukan orang munafik, ia hanya merasa seperti dihinggapi lalat. [khazanahalquran]
#tobat #taubat
BERITA TERKAIT
Ternyata Orang Bertobat Ada Bonusnya
Satu Kalimat Mengubah Hidup Seseorang
Rahman dan Rahim Allah di Balik Tobat
Dimanakah Letak Kemuliaan Itu?
Resep Nabi untuk Tambah Rezeki
Silaturahmi Resep Berumur Panjang
Gelisah Karena Akhirat

ke atas