TEKNOLOGI

Senin, 17 Juli 2017 | 23:23 WIB

Dilema Baru Perusahaan Teknologi di Australia

ATR
Dilema Baru Perusahaan Teknologi di Australia
(Associated Press)


INILAHCOM, Perth - Privasi internet dengan berbagai pemerintah di dunia selalu bersinggungan dalam beberapa tahun terakhir. Contoh terbarunya akan terjadi lagi di Australia.

Associated Press melansir bahwa perusahaan-perusahaan teknologi di Australia ke depannya harus lebih transparan ke pemerintah, dengan men-decrypt (membuka) pesan-pesan rahasia.




Kini pihak pemerintah Australia sedang mengerjakan RUU keamanan siber, yang memungkinkan pihak keamanan berwenang untuk membuka pesan-pesan rahasia.

"Kami memiliki masalah sungguhan dengan terorisme, pengedaran narkoba dan fedopilia. Dengan ini para pihak penegak hukum akan dengan mudah melacak mereka," ujar Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia.

Kasus serupa sedang terjadi di Indonesia, dengan aksi pemblokiran layanan pengirim pesan instan multi-platform, Telegram, oleh Kominfo, beberapa hari yang lalu.
BERITA TERKAIT
Canon DSLR EOS 6D Mark II Sambangi India
Q1 2017, Penjualan Nintendo Switch Tembus 4,7 Unit
Speaker Pintar Xiaomi Tantang Google dan Amazon
45 Juta Pengguna Aktif Instagram dari Indonesia
Apa Mobil Baru Lexus di GIIAS 2017?
Privatix, Layanan Email 'Sekali Pakai Buang'
HondaJet Raih Penghargaan dari Flying Magazine

ke atas