PASAR MODAL

Senin, 17 Juli 2017 | 13:37 WIB

Minyak Mentah Menuju Level Optimistis

Wahid Ma'ruf
Minyak Mentah Menuju Level Optimistis
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Sydney - Minyak mentah berjangka turun ke level optimis pada perdagangan Senin (17/7/2017). Pergerakan ini menambah kenaikan yang terlihat setiap hari pada pekan lalu untuk harga patokan.

Berita bullish baru pada awal pekan ini termasuk China yang mengatakan produksi minyak mentah harian domestik rata-rata mencapai 4 juta barel per hari pada paruh pertama 2017, turun 5,1% dari tahun sebelumnya. Itu karena impor naik 14% menjadi rata-rata 8,5 juta, memperkuat posisi China sebagai importir energi terkemuka di dunia, dan ekonomi negara tersebut tumbuh lebih kuat dari perkiraan pada 6,9% pada kuartal kedua.



Analis mengatakan selama harga minyak tetap rendah, kilang-kilang China akan terus membeli upaya untuk menopang persediaannya.

Permintaan minyak China yang meningkat merupakan salah satu pilar yang paling penting untuk mendukung pasar minyak mentah karena kekeringan global terus berlanjut.

Tapi ada beberapa tanda bahwa sisi penawaran dari persamaan ini siap untuk mendapatkan harga. Pada minggu pertama bulan Juli, persediaan minyak mentah AS turun lebih tinggi daripada norma musiman. Dan untuk pekan lalu, hanya ada sedikit peningkatan dalam jumlah rig pengeboran minyak AS yang aktif.

Selain itu, sebuah jaringan pipa di Nigeria yang ditutup pada akhir pekan menambah optimisme bull.

"Investor menjadi semakin positif terhadap kondisi pasar minyak," kata ANZ Research, seperti mengutip marketwatch.com.


Kenaikan permintaan minyak yang diproyeksikan dari Badan Energi Internasional juga membantu kenaikan harga minyak mendekati 5% pekan lalu.

"Kita bisa melihat ada beberapa perubahan yang menggembirakan," kata Ric Spooner di CMC Markets. Dia mengatakan sekitar 65% klien perusahaan tersebut tetap berpandangan panjang di pasar minyak, meski banyak yang masih mengambil posisi menunggu dan melihat.

"Harga adalah faktor swing di sini," tambah Spooner. "Pada US$40, kita akan melihat lebih banyak produsen serpih AS menginjak rem, namun mereka akan menginjak pedal gas begitu harga mendekati US$50."

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light, sweet untuk pengiriman Agustus CLQ7, + 0,26% baru-baru ini diperdagangkan naik 16 sen atau 0,3% menjadi US$46,70 per barel di sesi elektronik Globex. Sementara minyak mentah Brent untuk konrak September M LCOU7, + 0,31% di ICE Futures exchange London naik 19 sen atau 0,4% menjadi US$49,10.

Nymex August mereformasi blendstock bensin RBQ7, + 0,08% naik 0,1% US$1,562 per galon, diesel naik 0,3% menjadi US$1,52 dan ICE gasoil menambahkan 0,6% menjadi US$450,25 per metrik ton.

Jangka pendek, pelaku pasar akan mengincar data minyak mingguan AS untuk menentukan apakah harga sub-$ 50 yang berkepanjangan telah memicu perlambatan investasi shale. Acara lain yang sangat banyak ditonton adalah pertemuan di Moskow Senin depan.

Beberapa delegasi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak akan membahas penambahan Nigeria dan Libya dalam pakta pengurang produksi yang sedang berlangsung.
#bursasaham #ihsg #dolarrupiah #dolaras
BERITA TERKAIT
Krisis Korut, Investor Perlu Lepas Saham?
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Katalis IHSG
Sektor Keuangan Selamatkan IHSG ke 5.911
Bursa Saham Eropa dalam Tekanan Korut
Sesi I, IHSG Sisakan Angka Merah 1,89 Poin ke 5904
Ancaman Korut Picu Bursa Asia Ciut
Laju IHSG Mendatar Nantikan BI Rate

ke atas