EKONOMI

Senin, 17 Juli 2017 | 17:19 WIB

September 2106-Maret 2017, Orang Miskin Naik 6.900

uji medianti
September 2106-Maret 2017, Orang Miskin Naik 6.900
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, selama September 2016 hingga Maret 2017, angka kemiskinan bertambah 6.900 orang. Hal ini dipicu kenaikan jumlah penduduk.

Namun, angka kemiskinan pada Maret 2017 turun tipis, dari 28,01 juta menjadi 27,7 juta orang. Adapun, jumlah penduduk miskin di desa lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk miskin di perkotaan.



Menurut BPS, jumlah penduduk miskin di desa pada Maret 2017 mencapai 13,93% dari total penduduk miskin yang mencapai 27,77 juta orang. Sementara, jumlah penduduk miskin yang ada di kota mencapai 7,72%.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengatakan, persoalan kemiskinan yang terbesar memang berada di pedesaan. Kendati persoalan kemiskinan di kota lebih rendah, namun perlu diperhatikan dengan serius. "Jadi kalau ingin mengentaskan kemiskinan kuncinya ada di pedesaan. Tapi tetap harus perhatikan kemiskinan di kota, karena karakteristiknya berbeda," terangnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/7/2017).


Kecuk menuturkan, sebanyak 51% penduduk di desa bekerja di sektor pertanian. Jika ingin mengurangi jumlah orang miskin di desa, pemerintah harus mampu menyejahterakan petani melalui kenaikan upah buruh tani.

Sepanjang September 2016 hingga Maret 2017, upah buruh tani memang naik secara nominal dan riil. Namun, upah buruh bangunan malah turun.

Selain itu, angka inflasi sepanjang September 2016 hingga Maret 2017 relatif tekendali dimana tercatat sebesar 2,24 persen saja. Akan tetapi, laju inflasi, kata Kecuk, berlari lebih cepat dibandingkan upah yang diterima oleh buruh.

Kecuk bilang, faktor lain yang memengaruhi angka kemiskinan adalah adanya sedikit hambatan dalam penyaluran beras sejahtera. "Jadi kombinasi faktor positif dan negatif yang membuat kemiskinan turun tipis sekali," jelas Kecuk. [ipe]
#bps #kemiskinan
BERITA TERKAIT
Borong 3 Penghargaan, TPID Bali Terbaik di KTI
Jokowi Sebut Indonesia Masuk Era Inflasi Rendah
Wong Miskin Nambah, Menko Darmin Salahkan Rastra
Indef: Dana Perimbangan Gagal Atasi Kesenjangan
Perdagangan Anjlok, Sri Mulyani Salahkan Lebaran
Orang Miskin Tambah, Sri Mulyani Kerja Lebih Keras
Pakai Data Lama, Menkeu Ani Sebut Kemiskinan Turun

ke atas