NASIONAL

Senin, 17 Juli 2017 | 17:40 WIB

Disebut Jegal Prabowo di 2019, Ini Kata Pemerintah

Ray Muhammad
Disebut Jegal Prabowo di 2019, Ini Kata Pemerintah
Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Mendagri Tjahjo Kumolo angkat bicara soal tudingan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebut pemerintah ingin menjegal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Adapun pandangan ini disampaikan Fadli lantaran pemerintah bersikukuh enggan merubah ambang batas Presiden dalam revisi Undang-Undang Pemilu.



Menurut Fadli, ambang batas 20 persen dari perolehan kursi atau 25 persen perolehan suara sudah tidak relevan dan telah digunakan saat Pilpres 2014.


"Kalau ada politikus yang mengatakan bahwa Presidential Treshold 20 atau 25 persen itu kepentingan pemerintah untuk calon tunggal, enggak ada buktinya kok," tegas Tjahjo di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Ia pun memaparkan, selama dua kali Pilpres menggunakan Presidential Treshold sebanyak 20 persen dan 25 persen.

Adapun ambang batas Presiden sebesar 20 persen demi memperkuat sistem presidensial yang berlaku di Tanah Air.

"Pilpres pertama lima pasang calon, yang kedua dari empat menjadi dua pasang. Sudah diatur juga di dalam Undang-undang yang baru bahwa tidak mungkin ada calon tunggal," tandasnya. [fad]
#RevisiUUPemilu
BERITA TERKAIT
DPR Sahkan RUU Pemilu dengan PT 25 Persen
Walk Out, Ini Alasan Gerindra, Demokrat, PKS & PAN
Paripurna RUU Pemilu, 3 Pimpinan DPR Ikut Walk Out
Disebut Jegal Prabowo di 2019, Ini Kata Pemerintah
Jokowi Kekeuh Presidential Threshold 20 Persen
Polisi Harap Aksi 287 Tak Ada Atribut HTI
KPK Periksa Anggota DPRD Mojokerto

ke atas