NASIONAL

Senin, 17 Juli 2017 | 22:15 WIB

Nurdin: Novanto Adalah Simbol Golkar

Ahmad Farhan Faris
Nurdin: Novanto Adalah Simbol Golkar
Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan Ketua Umum Setya Novanto sedang menyiapkan langkah-langkah hukum terkait penetapan tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP oleh KPK.

"Pak Setya Novanto sedang menentukan langkah-angkah hukum bersama dengan penasehat hukum dan partai, karena bagaimana pun ketua umum adalah simbol daripada Partai Golkar," kata Nurdin di kediaman Novanto, Senin (17/7/2017).

Sementara Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham menjelaskan pihaknya terlebih dulu mengharapkan adanya surat resmi penetapan Bung Setya Novanto sebagai tersangka di KPK. Karena, dari situ nanti akan menentukan langkah-langkah lebih lanjut termasuk upaya praperadilan.

"Kami menunggu daripada surat resmi penetapan bung Setya Novanto sebagai tersangka yang telah dikeluarkan oleh KPK," katanya.


Karena, kata Idrus, dari situ nanti akan dipelajari dasar-dasar pertimbangan secara hukum seperti apa dan dari situ akan dilakukan langkah-langkah hukum.

"Bisa jadi ada langkah lain nanti kita lihat dan mempelajari itu dulu," ujarnya.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.[jat]
#kpk #ektp
BERITA TERKAIT
KPK Hadapi Praperadilan Novanto dengan Matang
Novanto Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP
Ical Hargai Pleno Golkar Terkait Novanto
Fredrich Ungkap Alasan Putri Novanto tak ke KPK
167 Penyidik Diterjunkan di Kasus Penyiraman Novel
Jaksa Agung: Kami tak Bisa Lindungi Novanto
Polri Awasi Penyidik di Kasus Penyiraman Novel

ke atas