NASIONAL

Selasa, 18 Juli 2017 | 04:06 WIB

Novanto Tersangka, Golkar Tak Gelar Munaslub

Ahmad Farhan Faris
Novanto Tersangka, Golkar Tak Gelar Munaslub
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) bersama Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, memberikan keterangan kepada wartawan di depan kediaman Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto, Jakarta (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan partainya tidak akan menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) meskipun Ketua Umum Setya Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP oleh KPK.

"Jadi tidak akan ada munaslub," kata Nurdin di kediaman Novanto, Senin (17/7/2017).



Ia menegaskan bahwa semua harus tunduk dan patuh pada hasil keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas), yakni dalam kondisi apapun yang dihadapi partai berlambang pohon beringin maka tidak akan munaslub.

"Itu keputusan rapimnas. Rapimnas itu adalah keputusan tertinggi dibawah munas, sehingga itu berlaku dan mengikat bagi seluruh kader," ujarnya.


Menurut dia, partainya sementara ini masih menghargai asas praduga tak bersalah sehingga Novanto tetap jadi ketua umum.

"Pak Novanto pada sampai saatnya, kita sudah ada mekanismenya," jelas dia.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.[ris]
#kpk #ektp #golkar #setyanovanto
BERITA TERKAIT
OTT Walikota Cilegon Jadi Modus Baru Praktik Suap
Pemberian JC Untuk Nazaruddin Salahi Aturan
Jadi Target OTT, Walikota Cilegon Pilih Menyerah
Suap Ke Walikota Cilegon Melibatkan Klub Sepakbola
Pakar: Pansus Angket Justru Jatuhkan Marwah DPR
Resmi, Walikota Cilegon Jadi Tersangka Suap Di KPK
Gencar OTT, KPK Jangan Lupakan Kasus Besar

ke atas