NASIONAL

Selasa, 18 Juli 2017 | 06:01 WIB

Golkar Solid Meski Novanto Tersangka e-KTP

Ahmad Farhan Faris
Golkar Solid Meski Novanto Tersangka e-KTP
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan partainya tetap solid meskipun Ketua Umum Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP oleh KPK.

"Insya Allah Partai Golkar akan tetap solid. Memang secara psikologis pasti terpengaruh, tapi secara organisatoris atau fisiknya, Insya Allah tidak akan terganggu dan tidak menghalangi program konsolidasi menghadapi kompetisi politik 2018 dan 2019," kata Nurdin di kediaman Novanto, Senin (17/7/2017).

Ia menjelaskan partai berlambang pohon beringin ini sudah memiliki sistem dimana seluruh fungsi-fungsi dibagi habis oleh Ketua DPR Novanto yang terpilih dalam forum musyawarah nasional (munas), membagikan seluruh fungsi-fungsi partai kepada masing-masing personel yang ada di DPP.

"Oleh karena itu, kepada seluruh kader di Indonesia tetap dalam keadaan tenang. Mari kita ciptakan solidaritas sehingga kita bisa sama-sama menghadapi apa yang dihadapi oleh ketua umum," ujarnya.


Sementara Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan kebesaran Golkar karena ada sistem yang kuat, sistem yang efektif. Karena itu, penetapan Ketua Umum Novanto sebagai tersangka tidak akan mempengaruhi kinerja daripada DPP Golkar sebagai sebuah lembaga yang dilakukan secara kolektif.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.[ris]
#kpk #ektp #golkar #setyanovanto
BERITA TERKAIT
Aziz Punya Kapasitas jadi Ketua DPR, Tapi..
Peluang Airlangga Tetap jadi Menteri Terbuka
Golkar Pasrah Nasib Airlangga di Kabinet Kerja
Gugurkan Praperadilan, KPK Puji Hakim Kusno
Airlangga Harus Bisa Merevitalisasi Golkar
Reaksi Ganjar Soal Namanya Hilang di Dakwaan e-KTP
KPK Bantah 'Main Mata' dengan Politisi PDIP

ke atas