EKONOMI

Rabu, 26 Juli 2017 | 06:09 WIB

Sindir Bos Bappenas, Sri Mulyani Banggakan WTP

M Fadil Djaelani
Sindir Bos Bappenas, Sri Mulyani Banggakan WTP
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diganjar BK kepada Kementerian Keuangan terkait kinerja penggunaan anggaran 2016, ternyata memberi kesan khusus bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Kata Sri Mulyani, opini WTP ini dirah setelah sekian lama kemenkeu tak mampu menggapainya. Demikian disampaikan Sri Mulyani dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR membahar RUU Pertanggungjawaban dan Pembahasan (P2) APBN 2016 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/7/2017).



"Capaian historis 2016 adalah mendaptkan opini WTP dari BPK. Bagi saya ini artinya sangat dalam. Kami rasakan betul permulaan RI bangun neraca keuangan hingga akhirnya dapat WTP dari BPK. Ini sangat berarti setelah 12 tahun tidak dapat," kata Sri Mulyani.


Padahal, kata Sri Mulyani, 2016 adalah tahun yang cukup sulit. Kala itu, dirinya masuk kabinet di pertengahan tahun. Sri Mulyani menggantikan Bambang Brodjonegoro dan dipindah tugaskan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.

Selanjutnya, Sri Mulyani menyusun ulang APBN yang telah disusun Bambang Brdjonegoro. "2016 bukan tahun biasa, di Kemenkeu ini tahun yang personal karena saya masuk (Kabinet), APBN mengalami perubahan karena dari sisi penerimaan tidak tercapai dan memberi konsekuensi ke belanja. Tapi untuk kembalikan kredibilitas APBN, kita tetap harus buat pertumbuhan ekonomi terjadi, walau dengan defisit yang lebih kecil dan langkah-langkah drastis yang dilakukan untuk kendalikan belanja," papar Sri Mulyani.

Dengan capaian tersebut Menkeu pun berterimakasih kepada seluruh jajaran yang terlibat termasuk juga kepada anggota dewan yang telah mendukung segala macam upaya yang dilakukan pemerintah.

"Ini menandakan kerja keras dari seluruh stake holders. Saya atas nama pemerintah berterima kasih kepada para anggota dewan atas dukungannya. Kami catat semua masukan para fraksi, pemerintah tetap butuh dukungan dari dewan," kata Sri Mulyani. [ipe]
#menkeusmi #wtp #bpk #menteribambang
BERITA TERKAIT
Ani Patok Penerimaan Negara Rp1.878,4 T di 2018
Pajak Naik Rp137T, Sri Mulyani Tenangkan Pengusaha
Tahun Depan, Jokowi Nambah Utang Rp339,2 Triliun
Hitung Kancing Jokowi Reshuffle Tim Ekonomi
Airlangga Siap Lobi Ani Turunkan Pajak Sedan
Kampanye Pajak, Sri Mulyani Dekati Anak Sekolahan
Benarkah RI Darurat Utang? Ini Kata Sri Mulyani

ke atas