PASAR MODAL

Senin, 07 Agustus 2017 | 07:05 WIB
Highlight

IHSG Cenderung Melemah dalam Jangka Pendek

Wahid Ma'ruf
IHSG Cenderung Melemah dalam Jangka Pendek
(Foto: Inilahcom)
1 2


INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal IHSG terlihat masih dalam pola konsolidasi, dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Indikator teknikal Stochastic bergerak turun, sementara MACD bergerak sideways cenderung menurun mendekati centreline.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, dari kondisi tersebut, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan bergerak negatif dalam jangka pendek. IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang kisaran 5.750-5.843 pada pekan ini.

Untuk pekan ini, lanjut Stefanus, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data GDP kuartal kedua 2017 dan cadangan devisa yang akan diumumkan besok senin. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2017 akan berada di atas kuartal I yang sebesar 5,01%, tapi masih di bawah 5,1%. Di sisi lain, konsensus ekonom memperkirakan pertumbuhan GDP kuartal II 2017 akan berada di kisaran angka 5,1%. Jika nanti angka yang keluar di bawah 5%, maka akan memicu aksi jual pada IHSG.


Sementara data ekonomi lainnya yang akan dicermati adalah rilis data kepercayaan konsumen pada hari selasa dan penjualan ritel pada hari rabu. Walaupun kedua data tersebut bukan data utama, tapi dianggap penting saat ini karena untuk mengukur penurunan daya beli dan melemahnya konsumsi yang sedang terjadi pada masyarakat.

Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pekan ini antara lain hari Selasa 8 Agustus 2017, rilis data neraca perdagangan China. Hari Rabu 9 Agustus 2017, rilis data inflasi China, Rilis data persediaan minyak AS. Hari Kamis 10 Agustus 2017, rilis data neraca perdagangan dan manufaktur Inggris, Rilis data klaim pengangguran AS. Hari Jumat 11 Agustus 2017 rilis data inflasi AS.

Kemungkinan IHSG akan keluar dari area konsolidasi dan menentukan arahnya pada minggu ini. Investor diperkirakan akan mulai mencari sentimen baru dan menghitung ulang prospek investasinya, setelah musim laporan keuangan kuartal kedua sebagian besar emiten telah dirilis.

Perhatikan area level support IHSG di kisaran 5.750-5.756. Hati-hati kalau jebol ke bawah level support ini, karena IHSG berpotensi masuk area bearish short term dengan target koreksi ke level 5.668 hingga 5.577. "Untuk itu disarankan tetap hati-hati dan lakukan safe trading, mengingat aksi jual investor asing juga masih terus berlanjut walaupun sudah tidak terlalu besar. Selalu kontrol risiko terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar."
#bursasaham #ihsg #dolarrupiah #dolaras
BERITA TERKAIT
Harga Emas Melemah Tertekan Gerakan Dolar AS
Harga Minyak Nyaris Stabil dalam Seminggu
Dolar Naik Tajam Respon Kongres AS
Ini Pemicu Wall Street Perpanjang Penguatan
Singapura Airlines Segera Miliki 39 Pesawat Boeing
Inilah Kecemasan Investor Jelang IPO Aramco
Wall Street Berpotensi di Area Positif

ke atas