EKONOMI

Senin, 07 Agustus 2017 | 18:09 WIB

Sampai Akhir Juli 2017, Cadev Naik US$4,67 Miliar

Sampai Akhir Juli 2017, Cadev Naik US$4,67 Miliar
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Agusman (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Sampai akhir Juli 2017, cadangan devisa (cadev) bertambah US$4,67 miliar menjadi US$127,76 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Agusman menyatakan adanya kenaikan cadev berasal dari dana serapan obligasi global pemerintah, penerimaan pajak dan devisa ekspor migas, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.


Dalam rilis kepada media di Jakarta, Senin (7/8/2017), cadangan devisa melampaui kebutuhan devisa, terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas yang akan jatuh tempo.

"Bank Sentral menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujar Agusman.

Jika dibandingkan, jumlah cadangan devisa per akhir Juli 2017 tersebut cukup untuk membiayai sembilan bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan devisa Indonesia juga berada di atas standar kecukupan internasional yang selevel tiga bulan impor. [tar]
#cadev #bi #devisa
BERITA TERKAIT
Bank of India Indonesia Terbitkan 25% Saham Baru
Ini Harapan Kemenhub Bagi Angkutan Konvensional
Agung: HPS 2017 Dorong Anak Muda Bangun Pertanian
(3 Tahun Jokowi-JK) Konektivitas dari Bandara sampai Tol Laut
Ekonomi Syariah Solusi Penguatan Ekonomi Rakyat
Menteri LHK: Jika Sayang Rakyat, RAPP Harus Patuh
Luas Kebakaran Hutan dan Lahan 2017 Turun 71,5%

ke atas