MOZAIK

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 08:00 WIB

Zaman Edan: Tak Ikut Edan, Tak Akan Kebagian

Zaman Edan: Tak Ikut Edan, Tak Akan Kebagian
(Foto: Istimewa)
BARANGKALI, kita sudah sampai pada akhir zaman yang sejak masa kuno, dalam kebudayaan mana pun umumnya digambarkan chaotic. Zaman yang kadang membalikkan nalar dan logika; yang salah menjadi lumrah, sementara kebenaran menjadi kian asing dan tersembunyi.

Barangkali, inilah zaman yang digambarkan pujangga Ronggowarsito sebagai zaman edan, saat manusia yang "ora edan ora keduman"jika tak ikut gila, maka tak akan kebagian. Era saat para koruptor tak pernah hilang pamor bahkan dipuji layaknya dermawan yang rajin berbagi; manakala pencuri malahan dengan takzim dihormati. Inilah zaman ketika keserakahan bahkan menjadi ukuran kesuksesan, manakala orang tak lagi merasa perlu bersalah jika punya 10 Jaguar di tengah jutaan umat yang hidup melarat.


Pada saat seperti kita perlu membuat kejutan sejarah. Karena para koruptor masih punya harga akibat hartanya, penyitaan harta bendanyajika mungkin melebihi apa yang telah curi, tampaknya akan berdampak radikal. Mereka akan kehilangan sumber martabatnya, seperti saat mereka dengan keji menghilangkan peluang orang banyak untuk mendapatkan apa yang sejatinya menjadi milik publik.

Mungkin bila hal itu diberlakukan, orang tak akan mengingat nasihat Gordon Gecko dalam Wall Street, yang berkata rakus itu bagus, dan serakah menjadi berkah. Barangkali, dengan cara itu public bisa diingatkan akan warisan yang diberikan Mohandas Karamchand Gandhi, bahwa Yang disediakan bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. Tetapi tak akan cukup untuk memenuhi keserakahan setiap orang.[]
#koruptor #korupsi #perubahanzaman
BERITA TERKAIT
Islam Sudah Ajarkan Cara Membuka Pintu Rezeki
Cepat Kaya dengan Menggandakan Uang
Cepat Kaya dengan Jalan Korupsi
Kekhawatiran Rasulullah: Saling Berbangga Harta
Cara Berdoa Ketika Rukuk dan Sujud
Diri Penuh Kekurangan, Semangat Perbaiki Amalan
Semir Rambut Warna Hitam tak Cium Bau Surga

ke atas