MOZAIK

Minggu, 13 Agustus 2017 | 08:00 WIB

Halal-Haram Buah dari Tanaman yang Dipupuk Kotoran

Halal-Haram Buah dari Tanaman yang Dipupuk Kotoran
(Foto: Ilustrasi)


ADA yang bertanya, Apakah tanaman yang dipupuk dengan pupuk kandang buahnya haram karena pupuk kandangnya berasal dari kotoran hewan?

Ustadz Abu Abdillah Muhammad al-Makassarimenjawab hal itu dalam majalah Asy Syariah.



Apabila pupuk kandangnya berasal dari kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya, seperti kotoran ayam, sapi, kerbau, dan semisalnya, tidak jadi masalah, sebab kotoran tersebut suci.

Jika pupuk kandangnya berasal dari kotoran hewan yang haram dimakan dagingnya, masalah ini kembali pada perbedaan pendapat mengenai kesucian kotoran hewan yang haram dimakan dagingnya.

Jika dikatakan bahwa kotorannya sucisebagaimana mazhab Zhahiri, berarti tidak jadi masalah.

Jika dikatakan bahwa kotorannya najissebagaimana pendapat yang dipilih Ibnu Taimiyah, inilah yang menjadi masalah. Begitu pula masalahnya jika dipupuk dengan kotoran manusia yang jelas kenajisannya, atau dipupuk dengan kotoran hewan yang najis karena hewan itu sendiri memang najis, seperti kotoran anjing dan babi. Termasuk kotoran keledai yang dagingnya dinyatakan najis oleh Rasulullah dan bagal yang merupakan keturunan keledai dan kuda.


Terkait kehalalan hasil tanaman (buah, biji, dan sayur-mayur) yang dipupuk dengan najis atau disirami/diairi dengan air bernajis, ada perbedaan pendapat di antara ulama.

1. Haram dengan hujah bahwa perubahan substansi yang najis ke substansi lain (istihalah) tidak dapat menyucikannya. Dengan demikian, haram dimakan sampai disucikan dulu dengan cara dipupuk atau disirami/diairi dengan zat yang suci beberapa waktu lamanya hingga dianggap suci kembali. Ini adalah mazhab Hanbali.

2. Halal selama tidak tampak efek najis padanya, seperti bau busuk atau rasa najis. Sebab, substansi najis tersebut telah mengalami proses istihalah (perubahan) sekian kali, mulai dari istihalah yang terjadi dalam tanah hingga diserap oleh akar tanaman dan beredar dalam tubuh tanaman, yang menyebabkan eksistensinya berubah menjadi substansi yang suci dalam tubuh tanaman tersebut.

Hal itu terbukti dengan tidak tampaknya efek najis, seperti bau busuk atau rasa najis. Adapun jika tampak efek najis, seperti bau tidak sedap atau rasa najis, haram. Jika demikian, disucikan dulu dengan cara dipupuk atau disirami/diairi dengan zat yang suci beberapa waktu lamanya hingga efek najisnya hilang. Ini adalah mazhab jumhur (mayoritas) ulama dan dirajihkan oleh Ibnu Utsaimin. Oleh karena itu, jumhur ulama membolehkan memupuk tanaman dengan kotoran yang najis. Pendapat jumhur ulama inilah yang benar. Wallahu alam.1[]

Catatan Kaki:

1 Lihat kitab al-Mughni (13/330, terbitan Dar Alam al-Kutub), al-Majmu (9/32), al-Inshaf (10/368), dan asy-Syarh al-Mumti (8/122, 15/22, Dar Ibni al-Jauzi pada Program Maktabah Syamilah).
#halal #haram #buah #kotoranhewan
BERITA TERKAIT
Beban Dosa Kita Sangat Berat, Perbanyaklah Sujud
Nabi Muhammad, Penyejuk Hati, Penguat Iman
Kasih Sayang Nabi SAW kepada Manusia Sangat Besar
Sampaikanlah Salam Bagi Penghuni Kubur
Pujian Allah kepada Rasulullah dalam Alquran
Amal Terasa Gersang Tanpa Kenikmatan Ibadah
Rakyat Selalu Rindu Pemimpin Muda yang Berempati

ke atas