OLAHRAGA

Selasa, 08 Agustus 2017 | 21:50 WIB

Menpora Puas Renovasi SUGBK Lewati Target

Reza Adi Surya
Menpora Puas Renovasi SUGBK Lewati Target
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)


INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Narhawi mengaku puas dengan kemajuan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang melebihi target.

Didampingi Staf Khusus Bidang Olahraga, Taufik Hidayat, Imam meninjau perkembangan renovasi SUGBK, Selasa (8/8/2017) sore WIB. Menurut Wikrama Wardana selaku Manajer Proyek Adhi Karya dan Winarto selaku Direktur Utama PPK-GBK, kemajuan renovasi SUGBK mencapai 82,29 persen atau melebihi target 78,09 persen pada pekan ke-51.

Pembangunan yang diawali penandatanganan kontrak pada 15 Agustus 2106 akan ditargerkan selesai pada 9 Oktober 2017 dengan perhitungan 420 hari kalender masa pelaksanaan dan 180 hari kalender masa pemeliharaan. Di sisa 64 hari lagi sudah mencapai 82,29 persen, ada deviasi surplus 4,20 persen dari yang direncanakan.

"Saya gembira dan puas dari progres pembangunan yang dapat kita saksikan bersama. Sebelum bulan Ramadhan (puasa) yang lalu saya berkunjung, dan kini kemajuan sangat luar biasa," ujar Imam.



Imam juga turun langsung ke lapangan mencoba rumput, menyaksikan penyiraman rumput, menendang bola, mengecek jaring gawang, hingga bergelantungan di tiang gawang. Imam juga bangga karena kursi stadion berwarna Merah Putih sesuai dengan bendera Indonesia. Selain itu, politikus PKB itu juga mengecek toilet dan sound system di stadion.


"Perkembangan sungguh luar biasa, semua sudah berstandar FIFA dan sangat nyaman. Saya coba rumput, gawang, dan kursi, sungguh nyaman, yang hebatnya lagi kursinya berwarna merah putih sebagai kado istimewa ulang tahun kemerdekaan yang ke-72 bangsa Indonesia," tambahnya.

Sayang Imam belum bisa menyaksikan penyalaan lampu di tribun karena sebagian masih ada kabel-kabel belum terpasang semua.

Pembangunan renovasi SUGBK tidak hanya konsentrasi untuk Open dan Closing Ceremony Asian Games, akan tetapi juga paralel untuk penyelenggaraan Asian Paragames yang memperhatikan kebutuhan para atlet dan kaum difabel.

"Pemerintah memperhatikan semuanya, oleh karenanya SUGBK ini juga harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk para difabel, jalan masuk, lift, kursi, toilet, agar nyaman juga untuk penyelenggaraan Asian Paragames," katanya.

Indonesia ditetapkan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 setelah Vietnam memutuskan mundur karena tidak siap. Dalam waktu yang mepet, Indonesia tetap serius mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik.

"Jika ada yang mengatakan kita terlambat mempersiapkan, itu tidak benar. Kita menerima menjadi tuan rumah Asian Games itu setelah Vietnam menyatakan ketidaksiapannya, ada satu tahun sudah terlewatkan. Justru dengan kita menerima dan pemerintah bersungguh-sungguh mempersiapkan berarti Indonesia menyelamatkan even Asian Games," tandasnya.
#asiangames2018
BERITA TERKAIT
(Kejuaraan Dunia 2017) Main Tiga Game, Marcus/Kevin ke Babak 16 Besar
(SEA Games 2017) 2 Atlet Indonesia Dikalahkan Peraih Emas Olimpiade
(Kejuaraan Dunia 2017) Angga/Ricky Menang, Tommy Tersisih
(Kejuaraan Dunia 2017) Sony dan Anthony Tersingkir
(Kejuaraan Dunia 2017) Bekuk Unggulan Pertama, Ahsan/Rian Lolos 16 Besar
(SEA Games 2017) Maria Londa Sumbang Perak dari Lompat Jangkit
(SEA Games 2017) Cok Istri Tambah Emas dari Karate

ke atas