DUNIA

Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:55 WIB

Diplomat AS di Havana Diganggu Hingga Tuli

Didi Prambadi
Diplomat AS di Havana Diganggu Hingga Tuli
(Foto: theguardian)


INILAHCOM, Washington DC - Dua diplomat yang bekerja di Kedubes Kuba di Washington DC, diperintahkan meninggalkan AS setelah terjadi insiden yang menyebabkan para diplomat AS di Havana kehilangan pendengaran.

The Guardian melaporkan Rabu (9/8/2017), Heather Nauert, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS mengungkapkan kedua diplomat Kuba itu diminta meninggalkan AS sejak bulan Maret lalu. Hal itu dilakukan, setelah sejumlah diplomat AS mengalami gangguan pendengaran.

Insiden pertama dilaporkan terjadi pada 2016. Seperti biasa, para diplomat AS tinggal di rumah yang disediakan pemerintah Kuba. Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba mereka dan para istrinya kehilangan pendengaran. Setelah diselidiki, ternyata mereka terkena gangguan suara berfrekuensi tinggi berasal dari mesin sonic yang dipasang di dalam dan di luar kediaman para diplomat AS itu. Sehingga banyak diplomat AS terpaksa dipulangkan kembali ke tanah airnya.


Tidak ada bocah atau anak-anak yang terkena serangan suara itu, namun banyak orang dewasa yang mengalami gangguan pendengaran, bahkan ada yang tuli total. Menurut Heather Nauert, penyelidikan yang dilakukan pihak AS belum menyebutkan penyebab insiden yang dianggap sangat serius tersebut. Kami masih bekerja untuk menentukan penyebab dan dampaknya, tutur Heather. Pihaknya juga telah memperingatkan Pemerintah Havana agar melindungi keselamatan para diplomat asing, termasuk AS.

Pemerintah Kuba ditengarai mengerahkan ratusan bahkan ribuan personil untuk mengamati kegiatan para diplomat asing, apalagi AS yang baru saja menjalin hubungan diplomatik 2016 lalu. Dugaan keras menyebutkan, mereka itulah yang memasang peralatan sonic tersebut, atas pengetahuan Pemerintahan Presiden Raul Castro. Tidak mungkin insiden yang dialamati para diplomat AS itu tidak diketahui Pemerintah Havana, ujar sebuah sumber di Departemen Luar Negeri AS.

Hingga kini, Pemerintah Kuba membantah melakukan gangguan itu. Upaya pelecehan dan gangguan terhadap diplomat AS di Kuba bukan barang baru lagi, mengingat hubungan diplomatik yang masih terbatas antara kedua negara, sejak putus hubungan 1970-an.
#as #kuba
BERITA TERKAIT
Rumor Vampir, 140 Orang di Marawis Ditangkap
Presiden Rusia Tentang Usaha Sudutkan Korut
Tiap Pekan 12000 Anak Rohingya Tiba di Bangladesh
Kaisar Akihito Akhiri Tahta Pada Maret 2019
Militer Filipina Tewaskan Tokoh ISIS di Marawi
Mantan PM Pakistan Didakwa Kasus Korupsi
Putin Tuding AS Halangi Rusia Ikut Olimpiade

ke atas