DUNIA

Jumat, 11 Agustus 2017 | 14:21 WIB

Dua Atlet Iran Dilarang Bermain di Tim Nasional

Didi Prambadi
Dua Atlet Iran Dilarang Bermain di Tim Nasional
(Foto: varzes11)


INILAHCOM, Teheran - Masoud Shojaei dan Ehsan Haji Safi, dua pemain sepakbola ternama Iran, dilarang main di negaranya, setelah bertarung bersama klubnya dari Yunani melawan tim sepakbola Israel, Maccabi Tel Aviv.

The New York Times mengabarkan Kamis (10/8/2017), Keduanya tidak bakal diundang bergabung dengan tim nasional Iran karena melanggar garis merah, ujar Mohammed Reza Davarzani, Wakil Menteri Olahraga Iran di televisi. Padahal Masoud Shojaei, 33, adalah kapten kesebelasan Iran, dan Ehsan Haji Safi, 27 adalah salah satu dari pemain sepakbola Iran yang berbakat.

Pejabat Iran membutuhkan waktu dua pekan untuk mengumumkan pembekuan kedua pemain sepakbola itu. Parlemen Iran bahkan menggelar rapat khusus dengan komisi luar negeri parlemen, sebelum memutuskan larangan tersebut. Bersedia bermain melawan atlet dari rezim pembunuh dan penindas sama dengan tidak menghormati para Syuhada, korban penindasan Rezim Zionis, kata Hossein Naghavi, Hosseini, Juru Bicara Komisi Parlemen Iran.


Tanpa kedua pemain andalannya, Iran tak berpeluang maju ke Turnamen Piala Dunia di Rusia. Padahal Iran menjadi tim pertama Asia yang lolos dari kualifikasi Piala Dunia Rusia, Juni lalu, saat menaklukkan Uzbekistan 2-0. Ini benar-benar konyol deh. Tidak ada hukum yang melarang bermain melawan Israel, karena semua itu keputusan pribadi para pemain, kata Moeen Farrokhi pendukung tim nasional Iran.

Apalagi, kedua pemain itu sangat dikenal di Iran. Selain Masoud Shojaei, menjadi Kapten Kesebelasan Iran, Ehsan Haji Safi, dikenal sebagai atlet Iran yang berpikiran maju. Juni lalu, Ehsan Haji Safi pernah meminta Presiden Iran Hassan Rouhani untuk mengizinkan kaum perempuan Iran hadir dalam pertandingan nasional kesebelasan Iran.

Selama ini, kaum hawa Iran dilarang menikmati olahraga yang didominasi kaum lelaki. Hendaknya disediakan tempat khusus agar kaum perempuan diizinkan datang ke stadion di masa depan, kata Shojaei di depan 60 ribu penonton lelaki, setelah Iran mengalahkan Uzbekistan, di Teheran, Juni lalu.
#Iran
BERITA TERKAIT
(Bila Perjanjian Nuklir Diubah) Garda Revolusi Iran Ancam Serang AS
Tiga Dubes Barat Ikut Sidang Kongres AS Soal Iran
Badai Ophelia Terjang Irlandia, 3 Orang Tewas
Nigeria Umumkan 3 Kasus Penyakit Langka Monkeypox
Donald Trump Bakal Bertemu dengan Rodrigo Duterte
Serangan AS Tewaskan Puluhan Militan ISIS di Yaman
Kairo, Kota Paling Berbahaya Bagi Wanita

ke atas