EKONOMI

Jumat, 11 Agustus 2017 | 15:28 WIB

Darmin: Konservasi Butuh Kepemimpinan Kuat

Darmin: Konservasi Butuh Kepemimpinan Kuat
Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Situbondo - Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, agar konservasi dapat berjalan dengan baik, diperlukan sikap kepemimpinan (leadership), standar, dan partisipasi masyarakat.

Tidak ada leadership, maka tidak ada konservasi. Selanjutnya perlu disusun standar untuk memelihara, menyempurnakan, dan mengembangkan konservasi. Konservasi juga tak mungkin berhasil, jika hanya didukung oleh pimpinan, aparat, dan pemerintah daerah, hal ini membutuhkan peranan masyarakat. Oleh karena perlu ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di sekitarnya, ujar Darmin pada puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) secara resmi diselenggarakan di Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/08/2017).

Hadir pula dalam kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, Bupati Situbondo, Ketua Komisi IV DPR RI, Bupati Banyuwangi, Bupati Bondowoso, Bupati Jember, dan Perwakilan Gubernur Jawa Timur.

Darmin juga berpesan, agar konservasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Menurut Darmin, program Perhutanan Sosial dapat menjadi pilihan yang tepat, untuk implementasi pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi, khususnya sektor wisata alam.

Pengembangan pariwisata alam di kawasan konservasi juga perlu dirancang dengan baik sehingga memiliki keunikan tersendiri yang tidak mungkin ditemukan di tempat lain, dan berlangsung kontinu, tambah Darmin.


Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto menyambut baik pemilihan lokasi puncak HKAN tahun 2017 di TN Baluran. Menurut Dadang, TN ini merupakan salah satu dari 5 TN yang ditetapkan pertama kali di Indonesia, serta memiliki tipe ekosistem savana yang khas sehingga mendapat julukan little africa van java dengan jenis-jenis satwa liar besar seperti banteng, kerbau liar, dan rusa.

Adanya ancaman invasi jenis asing invasif pada ekosistem savana dan penurunan populasi banteng di TN Baluran memerlukan aksi nyata pemulihan ekosistem bersama. Dadang menyatakan kesiapan untuk membantu dan bekerjasama dengan Kementerian LHK mengatasi permasalahan tersebut.

Tanggal yang ditetapkan sebagai HKAN adalah 10 Agustus, merupakan tanggal ditetapkannya UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang saat ini sedang direvisi. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, yang juga hadir dalam acara puncak HKAN menyatakan dalam tahun ini revisi UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem diupayakan selesai. Silahkan diwarnai menjadi UU yang melindungi kelestarian alam dan memberikan manfaat kepada masyarakat, ungkap Herman.

Menurut laporan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK, Wiratno, puncak Peringatan HKAN kali ini diikuti 1.100 peserta terdiri dari peserta Pameran Konservasi Alam dan Produk Unggulan, Peserta Jambore Nasional Konservasi Alam, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan mitra. Tujuan utama peringatan HKAN yaitu untuk memasyarakatkan konservasi alam secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa, ucap Wiratno.

Dalam acara yang diihadiri seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis Ditjen KSDAE seluruh Indonesia ini, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menko Darmin Nasution juga berkesempatan memberikan Apresiasi Konservasi Alam kepada 18 penerima yaitu para terbaik dalam pengelola taman Kehati In Situ, Pengelola Taman Kehati Ex Situ, Polisi Kehutanan, Desa Binaan Konservasi, Pengendali Ekosistem Hutan, Pemegang Izin Lembaga Konservasi, Pemegang Izin Penangkar, serta pemenang video kreatif terbaik.

Selain itu, juga dilakukan pelepasliaran lima ekor Merak Hijau umur 4-5 tahun yang berasal dari hasil sitaan, dan penyerahan masyarakat yang telah direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Bali, Balai KSDA Bali. Juga pelepasliaran 4 ekor Elang Alap Jambul umur 6 -7 tahun yang berasal dari hasil sitaan Polda Jawa Timur dan penyerahan masyarakat, yang telah direhabilitasi di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta serta telah diberi ring. [*]
#lhk #kementerianlhk #karhutla #kebakaranhutan
BERITA TERKAIT
(Karhutla) Manggala Agni Terus Pantau Objek Vital Nasional
KLHK: Pembukaan Lahan Tanpa Bakar Cegah Karhutla
Kesadaran Masyarakat Kunci Pencegahan Karhutla
Perdagangan Satwa Liar Kian Marak di Media Online
KLHK Ajak Generasi Muda Cegah Karhutla
KLHK Bahas Kelanjutan Ratifikasi Konvensi Minamata
MPA Terbaik Cegah Karhutla dengan Semangat Ikhlas

ke atas