EKONOMI

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 05:29 WIB

8 Tahun Pabrik Sepatu di Sukabumi Ini Ilegal

8 Tahun Pabrik Sepatu di Sukabumi Ini Ilegal
(Foto: Ilustrasi)


INILAHCOM, Sukabumi - Pabrik sepatu Baby Millioner Mas Utama yang berada di Kampung Parikalapa, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga tak berizin. Ironisnya, pabrik ilegal ini beroperasi sejak 2009.

"Dari hasil sidak yang kami lakukan langsung ke perusahaan tersebut, ternyata pabrik yang di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug seluas 2,5 hektare tidak ada izinnya analisis dampak lingkungan (amdal) dan izin mendirikan bangunan (IMB)," kata Seketaris Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017).

Kata Deni, temuan tentang ilegalnya industri swasta Babi Millioner, DPRD Sukabumi sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk menindaklanjutinya paling lambat satu bulan. Selain itu direkomendasikan untuk diawasi agar perusahaan tersebut melengkapi izinnya.


Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman mengatakan, pihaknya tidak segan menutup hingga membongkar perusahaan tersebut tidak tidak mengikuti aturan.

"Kami siap jika dinas terkait merekomendasikan untuk melakukan penutupan atau pembongkaran pabrik sepatu yang tidak mengantongi izin," tambah Dedi.

Di tempat yang sama, perwakilan perusahaan Baby Millioner Mas Utama, Mohamad, mengakui izin usaha yang dimulai sejak beroperasi pada 2009 lalu memang belum lengkap. Tetapi pihaknya berjanji akan segera mengurus kelengkapannya yang tidak ada.

Lanjut dia, perusahaan tersebut berbentuk perseroan terbatas (PT) dan bukan commanditaire vennootschap atau CV. Untuk jumlah pekerjanya sebanyak 300 orang yang mayoritas warga sekitar. "Setiap bulan produksi sepatu ini mencapai 10 ribu pasang dan pasarnya lokal. Dan kami pun berjanji akan mengikuti aturan dan melengkapi izin yang belum ada," kata Dedi. [tar]
#ilegal #perizinan #industri #pemkabsukabumi
BERITA TERKAIT
Mimpi Besar Airlangga tentang Saudara Tua
Airlangga Ingin IU-CEPA Tak Berat Sebelah
Tugas Airlangga Batasi Industri Gunakan Plastik
Bank of India Indonesia Terbitkan 25% Saham Baru
Ini Harapan Kemenhub Bagi Angkutan Konvensional
Agung: HPS 2017 Dorong Anak Muda Bangun Pertanian
(3 Tahun Jokowi-JK) Konektivitas dari Bandara sampai Tol Laut

ke atas