NASIONAL

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 13:44 WIB

Mendagri Tanggapi Kematian Johanes Saksi eKTP

Willi Nafie
Mendagri Tanggapi Kematian Johanes Saksi eKTP
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Saksi kunci kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (eKTP) Johanes Marliem meninggal.

Johanes meninggal dengan cara bunuh diri di Amerika Serikat (AS). Dia dikabarkan memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek eKTP.

Di sisi lain, kasus e-KTP masih terus bergulir sehingga bermunculan spekulasi bahwa kematian Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, sebuah perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik, bakal mempersulit pengungkapan kasus.


Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan kematian Johanes dinilai tidak mempengaruhi proses pengungkapan e-KTP.

"Oh nggak ada, kalau proses pengawasannya, proses lainnya saya kira tidak," kata Tjahjo di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Tjahjo mengaku tak mengenal Johanes. Dia pun kembali menekankan, yang berhak mengomentari mengenai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 dalam proyek e-KTP dari perusahaan Johanes adalah KPK.

"Pertama saya nggak kenal. Yang kedua bukan ranah kami untuk mengomentari itu. Adalah ranahnya KPK, penegak hukum. Itu saja," pungkasnya. [rok]
#eKTP
BERITA TERKAIT
(Kasus E-KTP) KPK Sampaikan Ucapan Terimakasih ke Kapolri
Kecelakaan Novanto Tunggu Hasil Investigasi
Dokter yang Tangani Novanto Harus Independen
Pengacara Kembali Jenguk Novanto di RSCM
Akbar Sarankan DPP Golkar Segera Gelar Munaslub
Dokter Tidak Berani Bangunkan Novanto
Jenguk Novanto Harus Seizin KPK

ke atas