NASIONAL

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 19:05 WIB
(Saksi Kunci Kasus Dugaan Korupsi eKTP Meninggal)

Ini Yang Dikhawatirkan Mendagri

Ivan Setyadi
Ini Yang Dikhawatirkan Mendagri
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ikut khawatir dengan kabar kematian saksi kunci kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Johanes Marliem.

Sebab, jika kedepannya Kemendagri akan melakukan tender proyek e-KTP akan sulit menjalin komunikasi dengan perusahaan Liem yang berpusat di Amerika.



"Seandainya nanti kita dengan sekarang yang perusahaan Amerika ini misalnya nanti berpindah ke perusahaan kita misalnya, alih teknologinya kan perlu waktu," kata Tjahjo usai menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk 'Dinamika Politik dan Undang-Undang Pemilu' di Century Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 yang digunakan dalam proyek e-KTP tersebut sepenuhnya menjadi urusan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai lembaga penegak hukum. Dia juga mengaku tidak mengenal pria yang meninggal di kediamannya di Beverly Grove, Los Angeles, Kamis (10/8/2017) tersebut.


"Yang pertama, saya nggak kenal. Yang kedua, bukan ranah kami untuk mengomentari. Itu masalah ranahnya KPK, penegak hukum. Itu saja," kata Tjahjo.

Namu Tjahjo memastikan, proses pengadaan e-KTP saat ini yang tengah berjalan tidak akan menemui kendala dengan kematian Liem yang amsih tanda tanya."Oh nggak ada, kalau proses pengawasannya, proses lainnya saya kira tidak," tegasnya.

Kemendagri kata Tjahjo, bakal berkoordinasi dengan KPK terkait urusan e-KTP. Mengingat saat ini KPK masih dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto. Setnov sudah resmi menyandang status tersangka dalam kasus ini.

"Mudah-mudahan mereka beritikad baik menyerahkan. Kalau kita kan perlu waktu untuk itu. Urus Indosat ke Telkomsel saja hampir setahun.Tetapi, secara prinsip kami serahkan ke KPK, semua masalah-masalah hukumnya. Saya ingin cepat selesai, mudah-mudahan," tandasnya.

Untuk diketahui, Marliem disebut sebagai sosok yang mempunyai rekaman pembicaraan pertemuan dengan para pengambil kebijakan proyek e-KTP. Pertemuan itu juga disebut turut dihadiri Ketua DPR RI.
#Kpk #Ektp #Mendagri
BERITA TERKAIT
Isu Pelemahan KPK Jangan Digeneralisir Semua DPR
Kalau Mau Koreksi KPK, Cukup RDP, Bukan Pansus
Awalnya, Walikota Cilegon Minta Uang Rp2,5 Miliar
OTT Walikota Cilegon Jadi Modus Baru Praktik Suap
Pemberian JC Untuk Nazaruddin Salahi Aturan
Jadi Target OTT, Walikota Cilegon Pilih Menyerah
Suap Ke Walikota Cilegon Melibatkan Klub Sepakbola

ke atas