EKONOMI

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 17:54 WIB

Makro Ekonomi Oke, Daya Beli Rontok, Ada Apa?

M Fadil Djailani
Makro Ekonomi Oke, Daya Beli Rontok, Ada Apa?
Ekonom UI Faisal Basri (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Ekonom UI Faisal Basri mengaku bingung dengan daya beli yang merosot di tengah makroekonomi yang tidak buruk. Bisa jadi duduk perkara yang tidak jelas.

"Jika duduk perkaranya jelas, boleh jadi tidak terjadi anomali antara data makro dan data mikro," kata Faisal dalam sebuah dikusi di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Kata Faisal, kalangan yang mengatakan daya beli masyarakat merosot, bertolak dari kenyataan omzet beberapa outlet penjualan ritel modern dan penjualan sejumlah barang mengalami penurunan. Namun indikator ini tidaklah cukup untuk membuktikan apakah daya beli memang merosot. "Sudah barang tentu kenyataan itu tidak mencerminkan daya beli masyarakat secara keseluruhan," ujar mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini.


Dia bilang, daya beli masyarakat secara keseluruhan akan turun seandainya peningkatan pendapatan masyarakat lebih lambat ketimbang peningkatan harga-harga umum sebagaimana terefleksikan dari laju inflasi.

"Namun berdasarkan harga berlaku selama kurun waktu 2013-2016 mengalami kenaikan rata-rata 9,8%. Bahkan pada tahun 2016 kenaikannya tertinggi selama periode itu, yaitu 11,7%," kata Faisal.

Tak puas disitu, Faisal lantas melihat dari sisi indikator harga yakni inflasi dimana, sepanjang tahun ini laju inflasi terbilang cukup rendah.

"Kita harus memperhitungkan kenaikan harga dengan menggunakan deflator PDB atau deflator pendapatan nasional. BPS menyajikan data itu. Agar lebih mengerucut pada daya beli, kita gunakan saja indeks harga konsumen yang lazim dipakai untuk mengukur laju inflasi. Ternyata laju inflasi selalu lebih rendah dari pertumbuhan nominal pendapatan nasional maupun pendapatan nasional per kapita, bahkan laju inflasi menunjukkan kecenderungan menurun hingga di bawah 4% pada Juli 2017," papar Faisal. [ipe]
#faisalbasri #dayabeli #bps
BERITA TERKAIT
Faisal: Biayai Infrastruktur Jangan Ugal-ugalan
Faisal Basri: Holding BUMN Perkecil Setoran Pajak?
September 2017, Rata-rata Upah Buruh Naik
Neraca Surplus, Ekspor-Impor Lesu di September
Menakar Peruntungan Ekonomi di Tahun Politik
Angka Ekspor Naik, Jokowi Ajak Optimis
Ekonom Faisal Basri Soroti Stagnasi Ekonomi RI

ke atas