DUNIA

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 19:29 WIB

Tabrakan Kereta, 37 Tewas di Mesir

Binar MP
Tabrakan Kereta, 37 Tewas di Mesir
(Foto: abc.net)



INILAHCOM, Alexandria - Sedikitnya 37 orang tewas saat dua kereta bertabrakan di luar kota Mediterania, Alexandria, Mesir, dalam salah satu kecelakaan paling mematikan di Mesir menurut Kementerian Kesehatan.

Kecelakaan tersebut juga melukai 123 orang menurut siaran pers kementerian yang dikutip kantor berita AFP.



Tayangan stasiun penyiaran negara menunjukkan bagian dari satu kereta keluar jalur, dan petugas medis terlihat sedang memindahkan para korban tewas dan terluka ke ambulans.

Para pejabat Kementerian Transportasi dikutip televisi negara mengatakan bahwa kecelakaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kerusakan pada satu kereta yang membuat rangkaian kereta berhenti di rel. Kereta lainnya lalu menabraknya.

Satu kereta berangkat dari Kairo ke Alexandria dan yang lainnya dari kota kanal Port Said, sebelah timur ibu kota, ke Alexandria.


Korban tewas dan terluka semula ditempatkan di selimut-selimut di lapangan di samping jalur kereta yang melintasi area pertanian di kota pinggiran itu.

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa 75 ambulans sudah dikerahkan untuk menangani korban dan seluruh rumah sakit di Alexandria diminta untuk siaga.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan penyelidikan supaya mereka yang bertanggung jawab atas bencana itu menyampaikan mempertanggungjawabkan dampak perbuatan mereka.

Kecelakaan itu merupakan kecelakaan ekreta paling mematikan di negara Afrika Utara itu sejak satu kereta menabrak satu bus yang membawa anak-anak sekolah pada November 2012 dan menewaskan 47 orang.

Kejadian tersebut mengguncang pemerintah, yang kemudian memerintahkan investigasi dan memecat menteri transportasi dan kepala otoritas perkeretaapian.
BERITA TERKAIT
Polisi Tembak Mati 4 Pelaku Teror Barcelona
Kenya Bikin Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
Polisi India Tangkap Peretas Serial Game of Throne
Spanyol Selamatkan 600 Migran dalam 24 Jam
Bocah 10 Tahun Korban Perkosaan Lahirkan Bayi
ISIS Akui di Balik Serangan Teror Barcelona
Presiden Korsel: Tidak Akan Ada Lagi Perang Korea

ke atas