EKONOMI

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 19:45 WIB

Disebut Daya Beli Merosot, Bos BPS tak Terima

M Fadil Djailani
Disebut Daya Beli Merosot, Bos BPS tak Terima
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto keberatan kalau ada anggapan bahwa daya beli mengalami penurunan.

Selanjutnya Kecuk membuka data BPS di kuartal II-2017, di mana, konsumsi masyarakat justru naik dibanding kuartal sebelumnya. "Pengeluaran rumah tangga pada kuartal II itu 4,95%. Itu tumbuh kuat. Jadi kalau ada yang bilang turun, sangat tidak mungkin. Kalau dibanding triwulan I itu 4,94%. Meskipun tipis tapi naik," kata Kecuk dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).



Tak hanya itu, Kecuk menyebut pertumbuhan ekonomi di kuartal II sebesar 5,01% masih ditopang tingginya konsumsi. "Konsumsi rumah tangga menyumbang 2,65% terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2017," kata Kecuk.


Masih adalagi, lanjut Kecuk, sektor food and beverages (F&B) mengalami pertumbuhan. penjualan di restoran dan hotel tumbuh 5,87%, sedangkan makanan dan minuman tumbuh 5,24%. "Restoran dan hotel ada indikasi bahwa gaya atau perilaku konsumsinya agak berubah. Orang lebih senang makan di luar di restoran dan hotel," imbuh dia.

Masih kata Kecuk, pembentukan modal tetap ruto (PMTB) juga tercatat menguat yaitu 5,36% (year on year/yoy) pada triwulan II 2017. Dan, pertumbuhan ini didorong investasi bangunan, kendaraan dan peralatan lain.

"Realisasi belanja pemerintah untuk belanja modal juga tercatat meningkat dibanding triwulan kedua tahun lalu. Belanja modal pemerintah yang cukup bagus ini akan memberikan sinyal positif kepada swasta," kata Kecuk. [ipe]
#faisalbasri #dayabeli #bps
BERITA TERKAIT
BEKRAF Sebut Masyarakat Alihkan Dana ke Investasi
(72 Tahun Indonesia Merdeka) Utang Boleh Aman, Cicilannya Bikin Runyam
Maluku Kota Paling Bahagia Versi BPS
Ekspor Juli 2017 Naik 16,83%
BPS: Semakin Tua Semakin Tidak Bahagia
BPS : Orang Indonesia Lumayan Bahagia
Upah Buruh Juli 2017 Stagnan

ke atas