NASIONAL

Minggu, 13 Agustus 2017 | 04:00 WIB

Reshuffle Dimasa Injury Time Pemerintahan Jokowi

Fadhly Zikry
Reshuffle Dimasa Injury Time Pemerintahan Jokowi
Pengamat politik Hendri Satrio (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Pengamat politik Hendri Satrio menilai, wajar jika Presiden Jokowi kembali ingin melakukan perombakan kabinet. Ditambah lagi beberapa waktu terakhir muncul isu yang mengganggu citra pemerintah seperti melonjaknya hutang negara dan impor 75.000 ton garam dari Australia.

Disisa jabatan hingga tahun 2019 mendatang, Hendri mengatakan, Jokowi sedang merapatkan barisan agar pemerintahan dan kabinet berjalan solid.

"Nah ini hampir masuk masa injury time pemerintahan Jokowi, jadi sangat wajar bila Jokowi merapatkan barisan," kata Hendri kepada INILAHCOM, Sabtu (13/8/2017).


Jokowi pun masih mempunyai peluang untuk melanjutkan kepemimpinan hingga tahun 2024 mendatang. Untuk mencapai itu, Jokowi pun harus merealisasikan janji kampanye saat Pilpres 2014 lalu, jika ingin menjabat selama dua periode.

"Jokowi ini sudah berada di level good leader, tapi belum great leader, untuk jadi great leader salah satu yang harus dicapai menurut saya adalah memenuhi janji kampanye," ujar Hendri.

Sebelumnya, isu reshuffle Kabinet Kerja kembali mencuat. Presiden Jokowi disebut akan melakukan perombakan kabinet jelang hari kemerdekaan RI yang ke-72. Meski begitu belum ada keterangan resmi dari pihak Istana terkait kebenaran isu tersebut. [fad]
#Jokowi #ReshuffleJilidIII
BERITA TERKAIT
KPK Yakin Jokowi Tolak Permintaan Fahri
Jokowi Ingin PT Indonesia Lebih Dinamis
RI-Vietnam Sepakati Lima Kerja Sama Bilateral
Istana Sambut Sekjen Partai Komunis Vietnam
(Reshuffle Jilid III) Tim Menteri Ekonomi Sudah Kerja Maksimal
NasDem Minta Jangan Ributkan Soal Reshuffle III
Hina Jokowi, Polri Tetap Proses Hukum Farhan

ke atas