NASIONAL

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:30 WIB

Jokowi Diminta Tegas Jika Tak Ingin KPK Bubar

Agus Irawan
Jokowi Diminta Tegas Jika Tak Ingin KPK Bubar
Presiden Joko Widodo (Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Hukum Pidana Dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai sikap Pansus Hak Angket KPK yang mempermasalahkan perihal rumah sekap (safe house) akan melemahkan kinerja lembaga antirasuah tersebut.

"Saya kira apa yang dilakukan Pansus Angket jelas bertujuan melemahkan dan ingin membubarkan KPK," kata Abdul, Minggu (13/8/2017).



Ia pun mengharapkan adanya sikap tegas dari Presiden Joko Widodo dalam menyikapi hal ini, jika ingin menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama dalam program Nawa Cita.

"Peran dan eksistensi KPK dalam konteks pemberantasan korupsi di Indonesia adalah keniscayaan, tanpa KPK Indonesia semakin bangkrut," ujarnya.


Menurutnya, korupsi APBN tidak hanya 30 persen sebagaimana dikemukakan Prof Soemitro Djojohadikusumo, tapi sangat mungkin bisa mencapai 60 hingga 70 persen APBN.

Untuk diketahui sejumlah anggota Pansus Angket melakukan kunjungan ke rumah sekap KPK pada Jumat (11/8/2017).

Anggota Pansus Hak Angket KPK, Eddy Kusuma Wijaya mengungkapkan, kunjungan kerumah sekap KPK sebagai tindaklanjut pernyataan dari saksi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ( MK) Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa.

Eddy mengaku informasi dari Niko, bahwa rumah sekap digunakan penyidik KPK untuk mengamankan kesaksian palsu. [rym]
#Kpk #PansusAngket #Jokowi
BERITA TERKAIT
Efek Euforia Pertemuan Mantan Presiden
KPK Periksa Saksi Kasus e-KTP untuk Novanto
Reshuffle Dinilai untuk Muluskan Jokowi 2 Periode
Dinamika Partai Pendukung Pemerintah Tinggi
PDI-P Minta Menteri yang Kinerjanya Buruk Dicopot
Digesernya Rini Disebut untuk Kenyamanan Jokowi
Reshuffle, PDI-P: Jokowi Punya Pertimbangan Utama

ke atas