EKONOMI

Senin, 28 Agustus 2017 | 04:29 WIB
(Menperin Airlangga Hartarto)

Mengasah SDM RI Lewat Program Vokasi

M Fadil Djailani
Mengasah SDM RI Lewat Program Vokasi
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Padang - Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang berperekonomian kuat. Sejumlah lembaga-lembaga internasional memprediksi perekonomian Indonesia bakal masuk lima besar dunia pada 2035-2045.

Namun, saat ini, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang menonjol adalah masih rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Mustahil Indonesia menjadi negara maju kalau kualitas SDM-nya masih seperti sekarang.

Untuk mengerek naik kualitas SDM, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto gencar melakukan sejumlah program. Lantas, sejauh mana program ini berjalan, apakah jalan ditempat atau mengalami kemajuan?

Berikut petikan wawancana INILAHCOM dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (26/8/2017).

Anda bilang, industri suatu negara hanya bisa maju jika kualitas pekerjanya cukup baik. Indonesia masih kurang baik?
Karena SDM Industri yang kompeten akan mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri lebih berdaya saing.

Lalu kuncinya di mana?
Pendidikan, ini faktor yang memegang peranan penting dalam pembentukan SDM guna menghasilkan tenaga kerja industri yang kompeten yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Pemerintah melihat itu, makanya kita buat pendidikan vokasi, yaitu pendidikan yang ditujukan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus sesuai dengan kebutuhan bidang industrinya, sehingga harus link and match dengan industri.


Anda yakin bahwa pengembangan program vokasi akan efektif memoles kualitas SDM?
Pemerintah telah menetapkan arah pengembangan pendidikan vokasi mengacu pada konsep pendidikan dual system dari Jerman, pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran di kampus dengan praktek kerja di industri.

Dan dalam rapat terbatas bidang vokasi dengan para Menteri Kabinet Kerja, Bapak Presiden telah mengarahkan kepada Kementerian Perindustrian agar menjadi leading ministry untuk pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi yang link and match dengan industri secara nasional.

Apakah ini sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo?
Kita saat ini memiliki 9 SMK, 9 Politeknik, dan 1 Akademi Komunitas yang telah menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi karena telah berhasil membangun sistem pendidikan yang benar-benar berbasis kompetensi serta link and match dengan dunia usaha industri.

Saya yakin seluruh unit pendidikan kemenperin memiliki spesialisasi bidang industri tertentu, dan didukung dengan Workshop, Laboratorium, dan Teaching Factory yang sesuai dengan industri, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk penyelenggaraan sertifikasi kompetensi.

Sejauh ini, apa hasilnya dengan program tersebut?
Lulusan sekolah yang dibawah naungan Kemenperin baik SMK dan Politeknik seluruhnya terserap di industri dalam waktu kurang dari 6 bulan, contohnya saja sebanyak 85% lulusan SMK SMAK dan SMTI Padang telah terserap masuk kerja pada saat wisuda.

Karena apa, karena SMK dan Politeknik di Kemenperin telah berbasis kompetensi dan link and match dengan industri sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri. Inilah yang ingin kita tularkan pada seluruh pendidikan vokasi di Indonesia, dan kita akan mulai dari SMK.

Lalu, apa target selanjutnya dari program vokasi ini?
Sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, Kemenperin meluncurkan program vokasi industri untuk membangun link and match antara Industri dengan SMK, dengan target sampai dengan tahun 2019 sebanyak 355 perusahaan industri yang akan membina 1.775 SMK.

Melalui program ini setiap perusahaan industri diminta untuk membina sekurang-kurangnya 5 SMK sehingga diharapkan pada tahun 2019 nanti akan dihasilkan 845.000 lulusan SMK yang kompeten dan tersertifikasi sesuai dengan kebutuhan industri.[ipe]
#menperinairlangga #kemenperin #vokasi
BERITA TERKAIT
Ada Apa di Balik Kerja Sama RI dan Vietnam?
Airlangga Apresiasi Pengembangan Pesawat N219
Airlangga Menanti Korsel Membangun Industri
Airlangga Sesumbar Industri Salip Ekonomi Nasional
Apa Kabar Kendaraan Pedesaan Buatan Kemenperin?
Dunia Perlu Belajar Kelola Gambut dari Indonesia
RI Ajak Dunia Gotong Royong Atasi Perubahan Iklim

ke atas