PASAR MODAL

Rabu, 06 September 2017 | 17:05 WIB

Bank Mandiri Incar Dominasi Segmen Nontunai

Uji Sukma Medianti
Bank Mandiri Incar Dominasi Segmen Nontunai
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus melakukan pemasaran intensif supaya tidak kalah saing dalam menyediakan layanan pembayaran nontunai.

Saat ini, pemerintah tengah gencar melakukan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Sedianya pada Oktober mendatang, seluruh transaksi di gerbang masuk dan keluar jalan tol akan menggunakan uang elektronik.

Dengan adanya GNNT, pemerintah juga bakal memasukkan bank swasta untuk pembayaran elektronik, yakni BCA. Jika dilihat dari jumlah kartu, BCA mengungguli Mandiri dengan jumlah penggunanya ada sekitar 12 juta keping di masyarakat. Sementara Mandiri hanya 9 juta keping.

"Menyikapinya adalah kita melakukan marketing intensif pintu tol, toko ritel, cabang bank, mall kita (akan) ekstra (jualan) menjelang Oktober," jelas Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mandiri, di Gedung DPR Jakarta, Rabu (6/9/2017).


Khusus Oktober, kata Rohan, pihaknya bakal menjual 2,5 juta kartu baru yang akan digunakan untuk metode pembayaran elektronik. "Total kita 3 juta kartu (yang dijual). Oktober ada 2,5 juta kartu baru yang ekstrakan dengan metode pembayaran," jelasnya.

Rohan menambahkan, dalam melakukan transaksi nontunai, yang terpenting justru adalah kemudahan isi ulang atau top up kartunya.

Dia menyarankan agar pengguna memakai Near Field Communication (NFC) dari ponsel pribadi. "Jadi (NFC) ini kalau punya tabungan mandiri di-link handphone tempel kartu otomatis top up dengan memotong saldo tabungan," ujar dia.

Dengan cara top-up yang mudah itu juga, Rohan mengaku optimis dapat memenangkan pasar pembayaran dengan menggunakan uang elektronik. [hid]
#bmri #bankmandiri #retailbanking
BERITA TERKAIT
Mandiri Targetkan KPR 2018 Tumbuh 15%
Jual Sukuk Ritel, Mandiri Syariah Bidik Rp500 M
Sindikasi, Mandiri Guyur Pertamina US$100 Juta
Ancang-ancang The Fed Kerek Suku Bunga Minimal 3X
Obligasi dan Inflasi juga Batasi Gerakan Dolar AS
PGN Juara Sustainability Reporting 2017
Inilah Pemicu Kenaikan Wall Street

ke atas