EKONOMI

Jumat, 08 September 2017 | 18:00 WIB

Pasokan Listrik Jadi Kendala Investasi di Sulut

Pasokan Listrik Jadi Kendala Investasi di Sulut
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Manado - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan suplai listrik di Provinsi Sulawesi Utara masih menjadi kendala dalam berinvestasi di daerah tersebut.

"Suplai listrik sangat penting dalam meningkatkan investasi di Sulut," kata Rosmaya dalam Seminar Perkembangan dan Outlook Perekonomian Sulut 2017 di Manado, Jumat (8/9/2017).

Jika listrik baik maka banyak investor yang datang ke daerah ini. "Banyak investor yang melirik daerah ini, namun harus diberikan berbagai kemudahan terutama pasokan listrik yang lancar," jelasnya.

Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo mengatakan suplai listrik di Sulut sebelum tahun 2016 konsisten mencatat defisit, namun berubah menjadi surplus sejak adanya penyediaan listrik dari Kapal Pembangkit Listrik Turki pada awal tahun 2016. "Apabila diasumsikan tidak ada suplai dari Kapal Turki, maka Sulut akan konsisten mencatat defisit," kata Soekowardojo.

Akibatnya, apabila pembangunan pembangkit listrik tidak dilakukan maka Sulut akan mengalami defisit listrik setelah selesainya penggunaan kapal Turki tersebut.


General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Edison Sipahutar siap memasok kebutuhan tenaga listrik investor yang akan masuk di daerah tersebut. "Kami siap memasok listrik bagi investor yang datang ke Sulut, karena saat ini kondisi kelistrikan Sulut telah surplus," katanya.

Ia mengatakan dengan terkoneksi kelistrikan Sulut dan Gorontalo membuka kesempatan besar untuk memasok listrik bagi industri.

PLN, katanya, akan terus mendorong agar perekonomian di daerah meningkat lebih besar lagi.

Sementara Manajer PLN Area Manado, Paultje Mangundap menambahkan saat ini beban puncak di Provinsi Sulut sebesar 358 MW dengan daya yang tersedia sebanyak 409 MW. "Sehingga Sulut mengalami surplus listrik sebesar 51 MW, dan mampu memenuhi permintaan investor baru," katanya.

Dengan adanya surplus tenaga listrik ini, lanjut Paultje, akan mampu mendorong kegiatan bisnis dan industri besar di Sulut. [tar]
#bisulut #investasi #pasokanlistrik
BERITA TERKAIT
(Dorong Infrastruktur Jokowi) OJK Desak Lapangan Banteng Beri Relaksasi Pajak
Mudahkan Izin, Bekasi Ingin Raih Target Investasi
Inilah Rekor Baru Investasi DKI dalam Lima Tahun
Majukan Ekonomi, Sulteng Bidik Cukong Korsel
Berkah Lawatan Negeri Gingseng Bagi Industri RI
BKPM Gandeng BPJS Pelototi Perusahaan Tanam Modal
Rombongan Presiden Moon di Mata Pengusaha RI

ke atas