EKONOMI

Sabtu, 09 September 2017 | 01:39 WIB

Cadangan Devisa Naik, Ekonomi Makin Baik

Cadangan Devisa Naik, Ekonomi Makin Baik
(Foto: Ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara menyebut adanya kenaikan cadangan devisa (cadev) pada Agustus 2017 menjadi US$128,8 miliar. Positif untuk ketahanan ekonomi nasional.

"Cadangan devisa yang meningkat baik untuk ketahanan ekonomi Indonesia," kata Mirza saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Mirza menjelaskan, membaiknya posisi cadangan devisa ini didukung oleh aliran modal (capital inflow) di pasar obligasi terutama dari hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

Ia memproyeksikan posisi cadangan devisa ini dapat meningkat jelang akhir tahun terutama apabila tidak ada keputusan moneter yang krusial dari Bank Sentral AS. "Tergantung bagaimana situasi di kuartal empat, kalau eksternalnya tenang dengan penggantian Gubernur Bank Sentral AS dan kenaikan suku bunga AS yang tidak jadi, capital inflow masih berlanjut," ujar Mirza.


Selain itu, konsistensi kebijakan pemerintah dalam melaksanakan paket kebijakan ekonomi juga bisa mendorong perbaikan iklim investasi dan peningkatan cadangan devisa.

Ia mengharapkan aliran modal serupa bisa masuk di pasar saham terutama pada triwulan III dan IV-2017 untuk memperkokoh posisi cadangan devisa. "Kalau ada 'recovery' ekonomi yang lebih kuat di kuartal tiga dan empat, 'capital inflow' di pasar saham akan masuk lagi," kata Mirza.

Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan posisi cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2017 tercatat US$128,8 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2017 sebesar US$127,8 miliar.

"Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari penerimaan pajak dan devisa hasil ekspor migas bagian pemerintah, serta hasil lelang SBBI valas," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman.

Penerimaan devisa itu melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo. Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2017 ini cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. [tar]
#bi #cadev #devisa #ekspor #utang
BERITA TERKAIT
5 Calon Pembeli Kopi Gayo Singgung Isu Lingkungan
Harumnya Kopi Gayo Tercium Hingga Kanada
3 Tahun Harga Karet tak Mulur, Gapkindo Resah
Masih Nego Harga, Garam Cina Siap Banjiri Pasar RI
Keringat ITPC Dubai Promosikan Produk RI Berhasil
Perluas Pasar, Pelumas Produk RI Mejeng di Vietnam
Putar Otak Rumuskan Strategi Ekspor Kopi ke China

ke atas