PASAR MODAL

Senin, 11 September 2017 | 21:00 WIB

Hasil IPO, GMF Lunasi Utang Sebesar US$20 Juta

Hasil IPO, GMF Lunasi Utang Sebesar US$20 Juta
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) akan melunasi utang sekitar 20 juta dolar AS yang bersumber dari dana penawaran saham perdana (IPO) pada Oktober 2017.

Direktur Utama GMF Iwan Juniarto usai konferensi pers paparan publik rencana IPO di Jakarta, Senin (11/9/2017) menyebutkan sebesar 15 persen dana bersih hasil IPO adalah untuk pelunasan utang.

Di bawah 20 juta dolar AS akan segera kita lunasi dengan dana IPO dengan perhitungan akan memberikan hasil yang lebih bagus, tentunya nanti berkembang dan akan memberikan margin laba bersih yang lebih bagus, katanya.

Iwan menargetkan pelunasan utang senilai 20 juta dolar AS tersebut dilakukan akhir tahun ini dan selambat-lambatnya awal 2018.

Dia menuturkan komponen utang terbesar adalah untuk pembiayaan komponen pesawat dan pembangunan fasilitas.

Karena perawatan pesawat (MRO) ini roda usahanya perlu diputar dengan kita menyediakan suku cadang. "Komponen pesawat kalau dilepas kita harus kasih gantinya dulu supaya pesawatnya terbang, kita memberikan 'total solution' itu," katanya.

Iwan mengatakan komponen terbesar dari dana bersih IPO, yaitu 60 persen akan digunakan untuk mendanai investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di MRO.


Total saham yang ditawarkan adalah 10 miliar lembar atau 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor GMF setelah IPO.

Dari 30 persen itu, kata dia, 20 persen dialokasikan untuk investor umum (public investor) dan 10 persen untuk investor strategis.

"Tapi dengan 'timeline' berbeda, sekarang fokus dulu untuk publik setelah ini selesai, baru investor strategis tapi belum kita garap secara detil," katanya.

Iwan menjelaskan investor umum lebih diprioritaskan karena sudah terstruktur, sementara itu untuk investor strategis harus lebih hati-hati.

"Kita pilih, kita punya kriteria dan membutuhkan waktu tidak sebentar karena GMF juga harus melihat apakah dia menguntungkan, normalnya paling cepat tiga bulan, paling lama satu tahun," katanya.

Iwan menargetkan GMF memperoleh dana dari IPO sekitar 200-250 juta dolar AS dengan harga per lembar saham dipatok dari Rp390-510.

Saat ini, GMF sudah membukukan laba hingga Semester I 2017 yaitu 202 juta dolar AS dari target hingga akhir 2017, yaitu 424 juta dolar AS.

Sementara itu, laba GMF 2016 yaitu 58,3 juta dolar AS. [tar]
#GarudaIndonesia #GMF #IPO
BERITA TERKAIT
Saham IPO BUMN Anjlok, Anak Buah Rini Berkelit
Nindya Karya Bakal IPO Jika Restrukturisasi Usai
2018, Sepuluh Anak Usaha BUMN Siap Melantai di BEI
3 Anak Usaha BUMN Bakal IPO Akhir Tahun Ini
Niat SoftBank Miliki Uber Terhalang Ini
Ini Alasan Wall Street akan Bergerak Terbatas
Bekasi Fajar Lampui Target Penjualan Tanah di 2017

ke atas