DUNIA

Selasa, 12 September 2017 | 12:33 WIB

Trump Sebut Badai Irma Sebagai 'Monster Besar'

Binar MP
Trump Sebut Badai Irma Sebagai 'Monster Besar'
Presiden AS Donald Trump (Foto: NewYorkPost)
INILAHCOM, Washington - Presiden AS Donald Trump menyebut Badai Irma sebagai 'sekelompok monster besar' saat menghantam pantai Florida, dan mengatakan ingin segera pergi ke negara bagian itu serta memuji pejabat darurat atas usaha melindungi warga.

"Kabar buruknya ini adalah sekelompok monster besar," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, menyebut kerusakan akibat badai akan sangat mahal.

"Saat ini, kami khawatir tentang kehidupan, bukan biaya," kata Trump setelah kembali dari Camp David, satu lokasi kepresidenan di Maryland sebagai lokasi dia memantau badai dan bertemu dengan kabinetnya.

Jalur badai tersebut melintasi pantai barat Florida yang berarti mungkin lebih sedikit menimbulkan kerusakan daripada seharusnya, kata Trump.

"Saya harap tidak banyak orang di jalur badai itu," ujarnya.


Dewan Perwakilan Rakyat AS membatalkan pemilihan yang dijadwalkan pada Senin (11/9/2017) akibat badai itu.

Trump mengatakan Penjaga Pantai AS telah menjadi pahlawan dan Badan Manajemen Darurat Federal melakukan pekerjaan dengan baik untuk membantu mengkoordinasikan respons dengan negara bagian.

"Saya pikir bagian yang sulit dimulai sekarang ini," imbuh Trump.

Pada Minggu, Trump juga mengeluarkan deklarasi bencana untuk wilayah Puerto Rico di AS, dan menambah dana federal yang tersedia untuk Kepulauan Virgin AS setelah terjadi Badai Irma, kata Gedung Putih.

Trump memiliki sebuah resor di Palm Beach, Florida, tempat yang sering dikunjunginya selama masa kepresidenan, serta tiga lapangan golf di negara bagian itu, demikian laporan Reuters.
#trump #as #badai #irma
BERITA TERKAIT
Pelecehan Seks, Trump Diminta Mundur
Pelecehan Seks Oleh Trump Ramai Lagi
Ratusan Ilmuwan AS Kecam Keputusan Presiden Trump
Trump Jr Dituding Beri Keterangan Palsu di Kongres
Jumlah Imigran Gelap Penerobos Perbatasan Menurun
Hari Ini Trump Umumkan Kebijakan Rusuh
Dunia Mengecam Presiden Trump

ke atas