DUNIA

Selasa, 12 September 2017 | 13:32 WIB

Arab Saudi Bersedia Dukung Zona Damai di Suriah

Didi Prambadi
Arab Saudi Bersedia Dukung Zona Damai di Suriah
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dengan Raja Salman (Foto: The National)


INILAHCOM, Amman - Kerajaan Arab Saudi dikabarkan mendukung proses negosiasi gencatan senjata dan bersedia menyusun 'zona damai' di Suriah.

Kantor berita Associated Press mengabarkan, hal itu diungkap Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Senin (11/9/2017). Pernyataan itu dikeluarkan Lavrov setelah bertemu dengan sejumlah pemimpin Saudi. Bersama sejumlah negara: Rusia, Iran dan Turki, Pemerintah Riyadh bersedia hadir di Astana, Ibukota Kazakh untuk menyusun perjanjian gencatan senjata antara Pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak. Saya kira Arab Saudi berbesar hati untuk menyelesaikan krisis Suriah, kata Lavrov.

Lebih lanjut, Menlu Rusia itu menjelaskan bahwa proses perundingan lanjutan akan dimulai pekan depan, dan para pemimpin Saudi sangat mendukung terciptanya zona damai di Suriah. Para perunding ke-4 negara akan bekerjasama menerapkan sejumlah inisiatif yang akan dikembangkan dalam proses di Astana, kata Lavrov.


Proses perdamaian - yang tampaknya diprakarsai Rusia - itu dilakukan Lavrov sejak awal Juni lalu. Termasuk bertemu dengan Menlu Yordania Ayman Safadi, yang menggelar perundingan tiga jalur dengan Rusia dan AS.

Gencatan senjata di Suriah, merupakan bukti keberhasilan Rusia untuk menghentikan pertikaian multi kelompok. Peperangan sejak 2011 yang menewaskan 400 ribu jiwa itu itu berlangsung antara kelompok gerilyawan anti-Suriah yang didukung Arab Saudi dan AS, dengan kelompok gerilyawan lain yang didukung Rusia, Iran dan Turki dan Pemerintah Suriah yang didukung Rusia dan Iran.

Menlu Lavrov mengakui, pasukan militer Rusia mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad bersama Iran dan milisi bersenjata Hezbollah. Semua itu karena ajakan Pemerintahan Suriah yang memiliki kekuasaan sah, kata Lavrov.

Pejabat tinggi Rusia itu juga mengungkapkan bahwa kerjasama Rusia dan AS memerangi kelompok ekstrimis di Suriah mengalami kegagalan, karena Washington berusaha memisahkan kelompok Al-Qaida berafiliasi dengan kelompok Front Fatah al-Sham atau Front al-Nusa dengan kelompok yang didukung AS, kata Lavrov.
#arabsaudi #saudi #suriah
BERITA TERKAIT
Putra Mahkota Saudi: Khamenei Adalah 'Hitler Baru'
Pinjaman Kingdom Holding Saudi Ditolak Kreditur
Koruptor Saudi Bebas Jika Serahkan 70% Kekayaannya
Dokumen Lebanon: Saudi Berniat Jalin Relasi Israel
AS-Rusia akan Setujui Langkah Akhiri Krisis Suriah
Ulama Saudi: Umat Muslim Boleh Sholat di Gereja
Mantan PM Lebanon Berjanji Akan Pulang

ke atas