DUNIA

Selasa, 12 September 2017 | 14:05 WIB

Demonstran Protes Peringatan 100 Tahun Marcos

Didi Prambadi
Demonstran Protes Peringatan 100 Tahun Marcos
(Foto: Openews)


INILAHCOM, Manila - Lebih dari 150 aktivis demokrasi melakukan protes menentang hari libur memperingati 100 tahun Ferdinand Marcos, Senin (11/9/2017).

Kantor Berita Associated Press mengabarkan, mereka melakukan aksi demo di depan Taman Makam Pahlawan Manila sambil membakar foto Marcos berdampingan dengan foto Presiden Rodrigo Duterte. Marcos bukan pahlawan, serunya. Peringatan 100 tahun itu sama halnya merehabilitasi nama Marcos, melalui jasa baik Duterte, kata Bonifacio Ilagan, pemimpin para demonstran. Marcos tidak layak dihormati, bahkan dirayakan lewat hari libur di Ilocos Norte. Marcos penindas rakyat Filipina, kata Bonifacio Ilagan.



Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menetapkan ulang tahun Marcos ke-100 sebagai hari libur di seluruh Provinsi Ilocos Norte, asal Marcos. November 2016 lalu, Duterte menyetujui jasad pemimpin Ferdinand Marcos, diktator Filipina dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Manila, secara diam-diam. Langkah itu mengejutkan sejumlah pembela HAM Filipina dan aktivis lainnya. Namun, Duterte yang pencalonannya sebagai presiden didukung Keluarga Marcos tetap berkeras melakukan upacara pemakaman itu.


Malah, Duterte memberi angin bagi Imelda Marcos, istri mendiang Marcos menyumbangkan sejumlah simpanannya berupa emas batangan yang disimpan di luar negeri, untuk membantu ekonomi Filipina. Kenapa apa yang salah? Dia bekas presiden bagi warga Ilocanos, dan dia dianggap presiden hebat, kata Duterte membela Marcos.

Lain halnya di mata pembela aktivis HAM. Ferdinand Marcos memberlakukan keadaan darurat setahun sebelum terguling lewat 'Kekuatan Rakyat' tahun 1973. Marcos menangkap sejumlah oposisi dan membawa lari dana yang diperkirakan mencapai $ 10 miliar ke luar negeri. Sebuah pengadilan di Hawaii memutuskan Keluarga Marcos membayar ganti untung $ 12 miliar kepada 9 ribu tahanan politik yang disiksa dan ditahan di zaman Marcos berkuasa.

#filipina #marcos #duterte
BERITA TERKAIT
(Diduga Terlibat Penyelundupan Narkoba) Duterte Perintahkan Anaknya Dibunuh Jika Terbukti
Tiga Remaja Tewas, Jajaran Polda Caloocan Dipecat
Houthi Tembakan Rudal ke Pangkalan Militer Saudi
Iran Berhasil Uji Coba Rudal Terbaru
Kim Jong-un Sebut Donald Trump Gila
Kapal Migran Tenggelam di Tripoli 90 Orang Hilang
Victoria University & UI Perkenalkan E-Government

ke atas